<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title></title>
	<link>http://www.ntt-online.org</link>
	<description>Berita terkini tentang Nusa Tenggara Timur</description>
	<pubDate>Mon, 12 May 2008 10:10:28 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Stok BBM untuk Kupang Aman</title>
		<link>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/stok-bbm-untuk-kupang-aman/</link>
		<comments>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/stok-bbm-untuk-kupang-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 10:10:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NTT Online</dc:creator>
		
	<category>Lain-lain</category>
		<guid>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/stok-bbm-untuk-kupang-aman/</guid>
		<description><![CDATA[Kupang, NTT Online - Stok bahan bakar minyak (BBM) yang dikuasai Depot Pertamina saat ini, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Kupang, NTT. Karena itu, masyarakat tidak perlu panik dengan pemberitaan di media massa tentang kelangkaan BBM di sejumlah daerah di Indonesia saat ini, kata Wira Penjualan Pertamina Cabang Kupang, Achmad Chambali, di Kupang, Senin.

"Pertamina selalu memiliki stok untuk melayani kebutuhan masyarakat, sehingga tidak perlu ada kepanikan. Kita pasti melayani," katanya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Kupang, NTT Online - Stok bahan bakar minyak (BBM) yang dikuasai Depot Pertamina saat ini, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Kupang, NTT. Karena itu, masyarakat tidak perlu panik dengan pemberitaan di media massa tentang kelangkaan BBM di sejumlah daerah di Indonesia saat ini, kata Wira Penjualan Pertamina Cabang Kupang, Achmad Chambali, di Kupang, Senin.</p>
	<p>&#8220;Pertamina selalu memiliki stok untuk melayani kebutuhan masyarakat, sehingga tidak perlu ada kepanikan. Kita pasti melayani,&#8221; katanya.</p>
	<p><a id="more-6321"></a></p>
	<p>Kepanikan yang berlebihan, katanya, justeru berdampak pada pembelian BBM secara besar-besaran sehingga memaksa Pertamina untuk menambah pasokan ke pasaran dari pasokan normal.</p>
	<p>&#8220;Kebutuhan untuk NTT sudah diatur. Kalau ada penambahan pasokan ke pasaran dari pasokan normal, justeru bisa mempengaruhi stok,&#8221; katanya.</p>
	<p>Mengenai kelangkaan di Labuan Bajo dan Belu, dia mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena ada kepanikan berlebihan dari masyarakat setelah mendengar atau membaca berita tentang rencana kenaikan harga BBM.</p>
	<p>Kepanikan yang berlebihan itulah yang mendorong masyarakat untuk membeli BBM dalam jumlah banyak atau melampaui kebutuhan normal sehari-hari, katanya.</p>
	<p>Dia mengatakan, masyarakat mengira kalau pemerintah langsung mengumumkan kenaikan harga BBM. Padahal baru pada tahapan rencana, katanya.</p>
	<p>&#8220;Kalau tidak ada kepanikan, semua bisa dilayani karena Pertamina sudah melakukan perhitungan-perhitungan kebutuhan dengan stok yang tersedia sampai ada tambahan stok baru,&#8221; katanya.</p>
	<p>Dia juga menghimbau para pedagang pengecer untuk tidak memanfaatkan kesempatan untuk mencari keuntungan berlebihan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. <em>antara</em>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/stok-bbm-untuk-kupang-aman/feed/</wfw:commentRSS>
	</item>
		<item>
		<title>Keputusan KPUD NTT Tidak Bisa Diganggu Gugat</title>
		<link>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/keputusan-kpud-ntt-tidak-bisa-diganggu-gugat/</link>
		<comments>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/keputusan-kpud-ntt-tidak-bisa-diganggu-gugat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 10:09:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NTT Online</dc:creator>
		
	<category>Politik</category>
		<guid>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/keputusan-kpud-ntt-tidak-bisa-diganggu-gugat/</guid>
		<description><![CDATA[Kupang, NTT Online - Keputusan KPUD Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah menetapkan tiga paket calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 untuk bertarung dalam arena Pilgub NTT pada Juni mendatang, tidak bisa diganggu gugat karena sifatnya mengikat dan berkekuatan hukum tetap.

"Meskipun ada gugatan hukum yang dialamatkan kepada KPUD NTT berkaitan dengan keputusan tersebut, namun hal itu tidak akan menganulir keputusan yang telah ditetapkan," kata pengamat hukum tata negara dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, DR John Tubahelan SH.MHum di Kupang, Senin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Kupang, NTT Online - Keputusan KPUD Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah menetapkan tiga paket calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 untuk bertarung dalam arena Pilgub NTT pada Juni mendatang, tidak bisa diganggu gugat karena sifatnya mengikat dan berkekuatan hukum tetap.</p>
	<p>&#8220;Meskipun ada gugatan hukum yang dialamatkan kepada KPUD NTT berkaitan dengan keputusan tersebut, namun hal itu tidak akan menganulir keputusan yang telah ditetapkan,&#8221; kata pengamat hukum tata negara dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, DR John Tubahelan SH.MHum di Kupang, Senin.</p>
	<p><a id="more-6320"></a></p>
	<p>KPUD NTT dalam keputusannya No.31/B/BA/KPU NTT/2008 tanggal 5 Mei 2008 telah menetapkan Agustinus Medah-Paulus Moa (Tulus), Frans Lebu Raya-Esthon L Foenay (Fren) dan Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo (Gaul) sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 untuk bertarung dalam arena Pilgub NTT yang dijadwalkan pada Juni mendatang.</p>
	<p>Paket &#8220;Tulus&#8221; diusung Partai Golkar, paket &#8220;Fren&#8221; diusung PDI Perjuangan dan paket &#8220;Gaul&#8221; diusung sejumlah parpol yang tergabung dalam Koalisi Abdi Flobamora.</p>
	<p>Koalisi Abdi Flobamora yang terdiri atas PPDI, PKB, PKPI, Partai Pelopor dan PNBK ini mengusung pula paket Alfons Loemau-Frans Salesman (Amsal) dan pasangan Benny K Harman-Alfred Kasse (Harkat).</p>
	<p>Paket &#8220;Harkat&#8221; sudah dinyatakan memenuhi syarat 15 persen pada verifikasi tahap pertama, namun dianulir oleh KPUD NTT pada verifikasi tahap kedua tanpa ada penjelasan lebih rinci dari institusi tersebut, sehingga paket ini menempuh jalur hukum dengan mengadukan persoalan tersebut ke PTUN Kupang.</p>
	<p>KPUD NTT juga tidak menjelaskan status Partai Pelopor yang memiliki dua dukungan, yakni ke paket &#8220;Amsal&#8221; dan &#8220;Gaul&#8221;, tetapi &#8220;Gaul&#8221; yang dinyatakan lolos tanpa ada suatu penjelasan rinci, sehingga KPUD NTT mengambil keputusan untuk menunda jadwal dan tahapan Pilgub NTT terhitung mulai 6-14 Mei 2008.</p>
	<p>Tubahelan yang juga Ketua Ombudsman Wilayah NTT-NTB itu mengatakan, untuk menganulir kembali keputusan KPUD NTT yang menetapkan tiga paket calon tersebut, tampaknya tidak mungkin akan dilakukan oleh KPUD NTT karena sudah memiliki kekuatan hukum tetap.</p>
	<p>Hanya, tambahnya, KPUD bisa mengakomodir dua paket lainnya yang gagal, yakni pasangan Benny K Harman-Alfred Kasse (Harkat) dan pasangan Alfons Loemau-Frans Salesman (Amsal) yang memiliki kesalahan yang sama seperti paket &#8220;Gaul&#8221; yang sudah dinyatakan lolos oleh KPUD NTT.</p>
	<p>&#8220;Proses ulang pilkada serta mengakomodir dua paket yang digugurkan untuk lolos ke arena Pilgub NTT, sama-sama memiliki risiko politik yang kecil ketimbang KPUD NTT tetap memaksakan kehendak untuk mempertahankan tiga paket yang ada,&#8221; katanya.</p>
	<p>Dalam proses verifikasi bersama KPU Pusat di Jakarta kemudian memutuskan paket &#8220;Gaul&#8221; juga dinyatakan gugur misalnya, kata dia, ini juga menimbulkan risiko politik dan sosial yang besar, karena para pendukung paket &#8220;Gaul&#8221; tidak mungkin akan diam begitu saja tanpa melakukan aksi protes.</p>
	<p>&#8220;Jika KPUD NTT konsisten dan berjalan di atas landasan UU No.32/2004 dan PP No.6/2005 secara baik dan benar, saya yakin tidak akan memunculkan keributan dan gejolak politik saat ini. Semuanya itu terjadi, karena KPUD NTT bekerja atas dasar kepentingan,&#8221; katanya menambahkan. <em>antara</em>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/keputusan-kpud-ntt-tidak-bisa-diganggu-gugat/feed/</wfw:commentRSS>
	</item>
		<item>
		<title>Penundaan Jadwal Pilgub NTT Harus Disetujui DPRD</title>
		<link>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/penundaan-jadwal-pilgub-ntt-harus-disetujui-dprd/</link>
		<comments>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/penundaan-jadwal-pilgub-ntt-harus-disetujui-dprd/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 10:07:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NTT Online</dc:creator>
		
	<category>Politik</category>
		<guid>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/penundaan-jadwal-pilgub-ntt-harus-disetujui-dprd/</guid>
		<description><![CDATA[Kupang, NTT Online - Pengamat hukum tata negara dari Universitas Nusa Cendana (Undana), DR John Tubahelan SH.MHum mengatakan, KPUD Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kewenangan untuk menunda jadwal dan tahapan pilkada, namun penundaan sebagian tahapan dan jadwal pilkada itu harus dengan persetujuan DPRD NTT.

"Tanpa persetujuan dewan, keputusan penundaan sebagian jadwal dan tahapan Pilgub NTT yang dikeluarkan KPUD NTT adalah tidak sah," katanya di Kupang, Senin, ketika diminta pandangannya seputar legalitas keputusan KPUD NTT menunda sebagian jadwal dan tahapan Pilgub NTT itu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Kupang, NTT Online - Pengamat hukum tata negara dari Universitas Nusa Cendana (Undana), DR John Tubahelan SH.MHum mengatakan, KPUD Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kewenangan untuk menunda jadwal dan tahapan pilkada, namun penundaan sebagian tahapan dan jadwal pilkada itu harus dengan persetujuan DPRD NTT.</p>
	<p>&#8220;Tanpa persetujuan dewan, keputusan penundaan sebagian jadwal dan tahapan Pilgub NTT yang dikeluarkan KPUD NTT adalah tidak sah,&#8221; katanya di Kupang, Senin, ketika diminta pandangannya seputar legalitas keputusan KPUD NTT menunda sebagian jadwal dan tahapan Pilgub NTT itu.</p>
	<p><a id="more-6319"></a></p>
	<p>KPUD NTT dalam keputusannya No.351/A/KPU/NTT/V/2008 tanggal 6 Mei 2008 memutuskan untuk menunda jadwal dan sebagian tahapan Pilgub NTT terhitung mulai 6-14 Mei 2008, setelah institusi penyelenggara pilkada itu tidak mampu menjelaskan kepada massa tentang alasan menganulir paket Kombes Pol Alfons Loemau-Frans Salesman (Amsal).</p>
	<p>Sekitar satu setengah jam setelah KPUD NTT mengumumkan tiga paket calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 untuk bertarung dalam arena Pilgub NTT yang dijadwalkan pada Juni mendatang, massa dan simpatisan pendukung paket &#8220;Amsal&#8221; langsung menduduki Sekretariat KPUD NTT di Jalan Polisi Militer Kupang dari Senin (5/5) petang hingga Selasa (6/5) pagi.</p>
	<p>Tiga paket calon yang ditetapkan KPUD NTT itu adalah pasangan Ibrahim Agustinus Medah-Paulus Moa (Tulus)) yang diusung Partai Golkar, Frans Lebu Raya-Esthon L Foenay (Fren) yang diusung PDI Perjuangan serta pasangan Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo (Gaul) yang diusung sejumlah parpol yang tergabung dalam Koalisi Abdi Flobamora.</p>
	<p>Ketua KPUD NTT, Ir Robinson Ratu Kore mengatakan, keputusan KPUD NTT itu diambil pada Selasa (6/5) subuh sekitar pukul 05.10 Wita setelah mendengar, menyimak dan mendalami aspirasi kelompok pendukungan pasangan calon Alfons Loemau-Frans Salesman (Amsal) yang melakukan aksi pendudukan atas Sekretariat KPUD NTT sejak Senin (5/5) petang hingga Selasa pagi.</p>
	<p>Tubahelan yang juga Ketua Ombudsman Wilayah NTT-NTB itu mengatakan, KPUD NTT tidak memiliki alasan yang rasional untuk menunda sebagian tahapan Pilgub NTT tersebut, karena massa pendukung paket &#8220;Amsal&#8221; ketika itu ingin meminta klarifikasi dan penjelasan yang terbuka dari lembaga tersebut soal alasan menggugurkan paket tersebut.</p>
	<p>&#8220;Jika KPUD NTT terbuka dan jujur mau menjelaskan alasan mereka menggugurkan paket calon tersebut, saya yakin tidak akan menimbulkan gejolak politik dan gejolak sosial seperti yang kita rasakan saat ini,&#8221; ujarnya.</p>
	<p>Ia menambahkan, jika KPUD NTT memandang persoalan pengaduan &#8220;Amsal&#8221; itu menjadi sebuah alasan mendasar untuk menunda sebagian jadwal dan tahapan Pilgub NTT, seharusnya terlebih dahulu mendapat persetujuan dari DPRD NTT sesuai aturan yang berlaku seperti yang diisyaratkan dalam PP No.6 Tahun 2005.</p>
	<p>&#8220;Ada mekanismesnya untuk menunda Pilkada. Jika semua tahapan pilkada ditunda maka harus mendapat persetujuan dari presiden selaku kepala negara setelah mendapat pertimbangan dari Menteri Dalam Negeri. Tetapi, kalau hanya sebagian tahapan yang ditunda maka harus mendapat persetujuan dari DPRD NTT,&#8221; katanya.</p>
	<p>DPRD NTT secara kelembagaan telah meminta penjelasan kepada KPUD NTT dalam suatu pertemuan tertutup di ruang kerja Ketua DPRD NTT, Melkianus Adoe pada 8 Mei lalu, namun pertemuan tersebut tidak menghasilkan apa-apa, karena berlangsung memanas dan tegang sampai nyaris adu jotos antara anggota KPUD dan anggota DPRD NTT dalam pertemuan itu.</p>
	<p>Saat ini, KPUD NTT di bawah pimpinan Robinson Ratu Kore bersama tiga orang anggotanya, masing-masing John Depa, John Lalongkoe dan Hans Ch Louk sedang melakukan konsultasi dengan KPU Pusat di Jakarta seputar persoalan Pilgub NTT yang tengah berlangsung saat ini.</p>
	<p>Salah seorang anggota KPUD NTT, Yos Dasi Djawa dari devisi hukum, tidak mau menanandatangani berita acara penetapan tiga paket calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013, karena menurutnya cacat hukum dan sulit untuk dipertanggungjawabkan kepada publik secara akal sehat.</p>
	<p>Dalam tubuh KPUD NTT sudah ada perpecahan antara Yos Dasi Djawa dengan empat anggota KPUD yang lain, karena memiliki pandangan yang berbeda soal penetapan calon gubernur-wakil gubernur yang dari sisi hukum dinilai bertentangan, namun dari sisi lain dianggap tidak bermasalah karena sudah terbalut dengan kepentingan politik di balik langkah penetapan tiga paket tersebut. <em>antara</em>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/penundaan-jadwal-pilgub-ntt-harus-disetujui-dprd/feed/</wfw:commentRSS>
	</item>
		<item>
		<title>NTT Berpotensi Kembangkan Peternakan</title>
		<link>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/ntt-berpotensi-kembangkan-peternakan/</link>
		<comments>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/ntt-berpotensi-kembangkan-peternakan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 10:05:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NTT Online</dc:creator>
		
	<category>Ekonomi</category>
		<guid>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/ntt-berpotensi-kembangkan-peternakan/</guid>
		<description><![CDATA[Kupang, NTT Online - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi mengembangkan peternakan, khususnya sapi, kambing dan babi, disamping perikanan laut, industri garam dan perkebunan khususnya kemiri, asam jawa, jagung, jeruk, alpukat serta kehutanan khususnya kayu cendana.

Selain itu, wilayah laut yang masih bersih ditambah curah hujan yang rendah, amat menjanjikan untuk membangun industri garam, kata mantan Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH), Siswono Yudo Husodo, di Kupang, Senin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Kupang, NTT Online - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi mengembangkan peternakan, khususnya sapi, kambing dan babi, disamping perikanan laut, industri garam dan perkebunan khususnya kemiri, asam jawa, jagung, jeruk, alpukat serta kehutanan khususnya kayu cendana.</p>
	<p>Selain itu, wilayah laut yang masih bersih ditambah curah hujan yang rendah, amat menjanjikan untuk membangun industri garam, kata mantan Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH), Siswono Yudo Husodo, di Kupang, Senin.</p>
	<p><a id="more-6318"></a></p>
	<p>Menurut Siswono, hingga sekarang Indonesia mengimpor sekitar 650 ribu sapi setiap tahun, yang merupakan 25 persen dari konsumsi daging nasional. Selain itu juga masih mengimpor 70 persen kebutuhan susu, sementara harga daging dan susu di pasar dunia mengalami kenaikan secara signifikan.</p>
	<p>&#8220;Kita menyaksikan bagaimana negara seperti Australia dan New Zealand berkembang maju dan menjadi sejahtera dengan diawali bertumpu pada kegiatan peternakan,&#8221; katanya.</p>
	<p>Potensi perikanan nasional baru digarap 8 persen dan potensial untuk meningkatkan ekspor perikanan hingga 10 miliar dolar AS per tahun.</p>
	<p>Di sisi lain, Indonesia mengimpor garam rata-rata satu juta ton per tahun, 50 persen dari kebutuhan garam nasional. Karena itu, Alumni Gerakan Nasional Indonesia di NTT harus bekerja keras untuk mendorong pemerintah daerah dan segenap masyarakat di daerah ini segera mengelola potensi tersebut secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.</p>
	<p>Ia mencontohkan negara yang hidup dari kekayaan ikannya adalah Norwegia.</p>
	<p>Potensi lain yang juga perlu digarap secara maksimal yakni sektor pariwisata dan kerajinan tenun ikat, kata Siswono yang berada di Kupang, NTT untuk memberikan cemarah pada Musyawarah Daerah Persatuan Alumni GMNI. <em>antara</em>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/ntt-berpotensi-kembangkan-peternakan/feed/</wfw:commentRSS>
	</item>
		<item>
		<title>Kades Lewoingu Dinonaktifkan</title>
		<link>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/kades-lewoingu-dinonaktifkan/</link>
		<comments>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/kades-lewoingu-dinonaktifkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 10:02:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NTT Online</dc:creator>
		
	<category>Lain-lain</category>
	<category>Politik</category>
		<guid>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/kades-lewoingu-dinonaktifkan/</guid>
		<description><![CDATA[<strong>Laporan Peren Lamanepa</strong>

Larantuka, NTT Online - Kepala Desa Lewoingu, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, NTT Mikel Tora Ama Kelen akan dinonaktifkan dari jabatannya menyusul keungkapnya kasus pembunuhan terhadap Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Flores Timur, Yoakim Grestuli Ata Maran, yang sebelumnya kasus itu oleh kepolisian di Larantuka telah di-SP3-kan dengan alasan sebagai kasus laka-lantas dengan korban meninggal dunia.

Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan Pemkab Flores Timur, Dominikus Demon kepada NTT Online mengatakan, pihaknya sedang menyelesaikan surat keputusan penonaktifan terhadap Kades Lewoingu itu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong>Laporan Peren Lamanepa</strong></p>
	<p>Larantuka, NTT Online - Kepala Desa Lewoingu, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, NTT Mikel Tora Ama Kelen akan dinonaktifkan dari jabatannya menyusul keungkapnya kasus pembunuhan terhadap Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Flores Timur, Yoakim Grestuli Ata Maran, yang sebelumnya kasus itu oleh kepolisian di Larantuka telah di-SP3-kan dengan alasan sebagai kasus laka-lantas dengan korban meninggal dunia.</p>
	<p>Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan Pemkab Flores Timur, Dominikus Demon kepada <em>NTT Online</em> mengatakan, pihaknya sedang menyelesaikan surat keputusan penonaktifan terhadap Kades Lewoingu itu.</p>
	<p><a id="more-6317"></a></p>
	<p>“Sesuai Perda nomor. 2 Tahun 2008, sekretaris desa (Sekdes) Lewoingu akan ditunjuk sebagai pelaksana tugas kades sampai kasus itu memperoleh kekuatan hukum tetap. Jika Kades kemudian terbukti maka nanti akan ditunjuk seorang karteker dengan tugas utama mempersiapkan proses pemilihan kades yang baru,” kata Dominikus Demon.</p>
	<p>Menyinggung tentang berbagai dugaan penyimpangan keuangan yang dilakukan Kades Mikael Kelen, Dominikus Demon membenarkan adanya temuan Banwas Flores Timur terkait dugaan itu. Walau demikian dia berharap kasus itu tidak dikait-kaitan dengan kasus pembunuhan terhadap Yoakim Maran.</p>
	<p>Sebelumnya, Ketua DPRD Flores Timur Mikael Betawi Tokan berharap Kades Mikael Kelen dengan besar hati bisa mengundurkan diri dari jabatannya.</p>
	<p>Sementara itu, sumber-sumber di Polres Flores Timur Senin menyebutkan bahwa keempat tersangka kasus pembunuhan atas Yoakim Grestuli Ata Maran yang beberapa waktu yang lalu telah ditangkap dan ditahan di ruang tahanan Polres Flores Timur, kini sudah dipindahkan ke Polda NTT untuk menunggu proses hukum lebih lanjut.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/kades-lewoingu-dinonaktifkan/feed/</wfw:commentRSS>
	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Bangun 3 Pasar Tradisional Baru</title>
		<link>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/pemerintah-bangun-3-pasar-tradisional-baru/</link>
		<comments>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/pemerintah-bangun-3-pasar-tradisional-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 10:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NTT Online</dc:creator>
		
	<category>Ekonomi</category>
		<guid>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/pemerintah-bangun-3-pasar-tradisional-baru/</guid>
		<description><![CDATA[<strong>Laporan Peren Lamanepa</strong>

Larantuka, NTT Online - Pemerintah Kabupaten Flores Timur pada tahun 2008 ini akan membangun 3 unit pasar tradisional baru bernilai Rp700-an juta. Masing-masing berlokasi di Boru - Kecamatan Wulanggitang, di Waiwadan – Kecamatan Adonara Barat dan di Larantuka.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Flores Timur, Frederik S. Bili kepada <em>NTT Online</em> di Larantuka menyebutkan bahwa pembangunan 3 unit pasar tersebut dalam rangka mengantisipasi kapasitas daya tampung pada pasar-pasar tradisional yang ada saat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong>Laporan Peren Lamanepa</strong></p>
	<p>Larantuka, NTT Online - Pemerintah Kabupaten Flores Timur pada tahun 2008 ini akan membangun 3 unit pasar tradisional baru bernilai Rp700-an juta. Masing-masing berlokasi di Boru - Kecamatan Wulanggitang, di Waiwadan – Kecamatan Adonara Barat dan di Larantuka.</p>
	<p>Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Flores Timur, Frederik S. Bili kepada <em>NTT Online</em> di Larantuka menyebutkan bahwa pembangunan 3 unit pasar tersebut dalam rangka mengantisipasi kapasitas daya tampung pada pasar-pasar tradisional yang ada saat.</p>
	<p><a id="more-6316"></a></p>
	<p>Selain pembangunan baru, Pemkab Flores Timur menurut Frederik S. Bili juga akan merehabilitasi sejumlah los pasar yang ada. “Pemenang tendernya sudah diumumkan,” katanya.</p>
	<p>Khusus untuk pasar Larantuka, Frederik S. Bili menambahkan bahwa, pembangunan dimaksud akan dilakukan pada lokasi yang selama ini digunakan sebagai terminal. Hal ini untuk memanfaatkan lokasi yang ada, sesuai dengan peruntukannya.</p>
	<p>Sementara itu, sejumlah kontraktor di Larantuka mengeluhkan lambannya proses tender berbagai proyek milik pemerintah pada tahun 2008. Menurut mereka, keterlambatan ini bisa berdampak luas, khususnya berkaitan dengan waktu pelaksanaan.</p>
	<p>Terkait dengan keterlambatan proses tender itu, selama ini pemerintah sering berkelit pada persoalan keterlambatan penetapan APBD di daerah itu. Namun demikian, kondisi itu kini kembali terjadi pada tahun 2008, walaupun APBD 2008 Kabupaten Flores Timur telah ditetapkan pada akhir Desember 2007.</p>
	<p>Bupati Flores Timur, Simon Hayon melalui Kasubag Protokol Katharina Rin Riberu berenacana akan menggelar konferensi pers dengan para wartawan pada Senin (12/5) kemarin. Namun rencana itu tiba-tiba batal tanpa penjelasan lebih lanjut. Namun Rin Riberu ketika ditanya sejumlah wartawan tentang pembatalan itu mengatakan bupati batal konferensi pers karena akan memimpin rapat terbatas dengan pada pejabat eselon II. </p>
	<p>Namun hingga pukul 14.00 wita kemarin, rapat itu tidak pernah terjadi. Bahkan sejumlah pejabat eselon II terlihat mondar-mandir tanpa arah di sekitar ruang loby kantor bupati, sementara Bupati Simon Hayon masih berada di ruang kerjanya.</p>
	<p>Kabag Humas Nor Lanjong Kornelis juga menolak menjawab pertanyaan wartawan soal pembatalan konferensi pers itu. “Saya sedang urus ada saudara saya meninggal di Manggarai,” katanya sambil berlalu. <em>Flores Pos</em>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.ntt-online.org/2008/05/12/pemerintah-bangun-3-pasar-tradisional-baru/feed/</wfw:commentRSS>
	</item>
		<item>
		<title>Senior SPMNJ Primus Dorimulu: Tanpa Berpikir Besar, Kita Tak Pernah Bisa Menjadi Orang Hebat</title>
		<link>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/senior-spmnj-primus-dorimulu-tanpa-berpikir-besar-kita-tak-pernah-bisa-menjadi-orang-hebat/</link>
		<comments>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/senior-spmnj-primus-dorimulu-tanpa-berpikir-besar-kita-tak-pernah-bisa-menjadi-orang-hebat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 15:37:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NTT Online</dc:creator>
		
	<category>Opini</category>
		<guid>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/senior-spmnj-primus-dorimulu-tanpa-berpikir-besar-kita-tak-pernah-bisa-menjadi-orang-hebat/</guid>
		<description><![CDATA[“Semua perubahan mulai dari berpikir besar. Tanpa pernah berpikir besar, kita tidak pernah bisa menjadi orang hebat.”  Demikian salah satu butir pemikiran  Pemred Investor Daily Primus Dorimulu saat memberi sambutan pada acara Deklarasi SPMNJ (Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Nagekeo-Jakarta), 19 April 2008 lalu.

Primus yakin, para pemuda dan mahasiswa Nagekeo, baik  yang berada di Jakarta maupun di Flores, dan di berbagai pelosok Nusantara,  bisa menjadi orang hebat di masing-masing arena kegiatan yang digeluti jika berani berpikir besar. Sebagai kabupaten baru, Nagekeo membutuhkan generasi baru yang hebat di bidangnya. “Sebagai putra Nagekeo di perantauan, kita harus bertekad untuk menjadi orang hebat. Kalau pun pulang kampung, kita pun harus menjadi orang hebat,” kata Primus yang saat ini juga dipercayakan menjadi pemimpin redaksi Harian Umum Suara Pembaruan. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<table border="0">
	<tr>
<td style="padding-right: 5px">
<img src="http://photos-225.friendster.com/e1/photos/52/25/55415225/1_487011194l.jpg" alt="primus dorimulu2" alt=height"50px" weight="20px" align="left" border="0"/>
</td>
	<td>
“Semua perubahan mulai dari berpikir besar. Tanpa pernah berpikir besar, kita tidak pernah bisa menjadi orang hebat.”  Demikian salah satu butir pemikiran  Pemred <em>Investor Daily</em> Primus Dorimulu saat memberi sambutan pada acara Deklarasi SPMNJ (Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Nagekeo-Jakarta), 19 April 2008 lalu.
</td>
</tr>
	</table>
	<p>Primus yakin, para pemuda dan mahasiswa Nagekeo, baik  yang berada di Jakarta maupun di Flores, dan di berbagai pelosok Nusantara,  bisa menjadi orang hebat di masing-masing arena kegiatan yang digeluti jika berani berpikir besar. Sebagai kabupaten baru, Nagekeo membutuhkan generasi baru yang hebat di bidangnya. “Sebagai putra Nagekeo di perantauan, kita harus bertekad untuk menjadi orang hebat. Kalau pun pulang kampung, kita pun harus menjadi orang hebat,” kata Primus yang saat ini juga dipercayakan menjadi pemimpin redaksi <em>Harian Umum Suara Pembaruan</em>. </p>
	<p><a id="more-6315"></a></p>
	<p>Salah satu ciri orang hebat, kata Primus, adalah sikap tidak mempersalahkan pihak lain. Dalam segala hal, kita tidak boleh mempersalahkan orang lain dan keadaan. Karena yang menjadi aktor dan yang paling bertanggung jawab atas diri kita adalah kita sendiri. Pihak lain hanya membantu.</p>
	<p>“Saya melihat sendiri beberapa anak muda Flores yang merasa bangga karena sudah bisa mempersalahkan dan menghina seniornya di Jakarta yang sudah sukses. Mereka bertanya, mengapa para senior itu tidak membantu mereka, misalnya memberikan akses, agar mereka bisa melanjutkan studi dan bekerja. Itu sikap tidak baik,” papar Primus.</p>
	<p>Mempersalahkan orang lain membuat kita tidak bisa melihat persoalan dengan jernih, lari dari tanggung jawab, dan kerdil. Sikap mempersalahkan orang lain menunjukkan bahwa kita tidak mampu menerima diri sendiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.</p>
	<p>Orang tua kita yang miskin, misalnya, tidak menjadi alasan kita untuk tidak bisa menjadi orang hebat. Lebih celaka lagi kalau kita justru mempersalahkan mereka. Begitu banyak contoh di dunia, bagaimana seseorang dari keluarga miskin mampu meraih prestasi tinggi di bidangnya. Sejumlah orang Flores juga mampu mengukir prestasi tinggi meski berasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomi.</p>
	<p>Tidak ada gunanya kita mempersalahkan alam. Keadaan alam yang gersang akibat kurang curah hujan tidak menjadi alasan kita untuk gagal panen dan menjadi miskin. Orang Israel mampu mengubah gurun menjadi perkebunan subur karena respons mereka yang positif. Mereka tidak persalahkan alam yang gersang akibat rendahnya curah hujan. Orang Israel meresepons rendahnya curah hujan dan tanah gersang dengan memperbanyak air dan menggunakan teknologi pertanian secara maksimal.  </p>
	<p>Iklim dan topografi sebagian Australia sama dengan Flores. Tapi, Negeri Kanguru itu maju pesat, rakyatnya hidup sejahtera. Mereka membangun waduk dan dam. Pada musum hujan, air ditampung di waduk, sehingga pada saat kemarau panjang, tanaman tetap hijau dan ternak tidak kesulitan air minum dan pakan.</p>
	<p>Yang kerap kita anggap masalah sesungguhnya bukan masalah. Yang justru menjadi masalah adalah cara dan kualitas kita merespons masalah. Jika kita salah merespons, sesuatu yang bukan masalah bisa menjadi masalah. Sebaliknya, bila kita mampu merespons dengan benar, sesuatu yang sebelumnya masalah bisa menjadi tidak masalah.    </p>
	<p>Kalau kita kurang cerdas, kita harus menyediakan waktu belajar lebih banyak dari mereka yang cerdas. Kalau mereka yang cerdas cukup butuh waktu dua jam sehari belajar, kita mungkin perlu waktu tiga atau empat jam.   Inilah cara merespons yang bagus. </p>
	<p>Sebagai mahasiswa dan pemuda, demikian Primus, kita harus belajar menghargai orang lain dan senang melihat orang lain berhasil. Kalau ada kecemburuan, salurkan sikap itu dengan belajar lebih rajin, bekerja lebih keras. Bukan dengan menjelek-jelekkan orang lain. Ibarat balap mobil, kalau orang yang kita cerburui berlari dengan kecepatan 150 km per jam, kita pacu 160 km per jam. </p>
	<p>“Yang lebih berbahaya lagi adalah praktik <em>zero sum game</em>. To kill or to be killed. Saking bencinya kita pada orang, kita bertarung habis-habisan: <em>negative sum game</em> alias bumi hangus.  Ini tidak boleh menjadi sikap SPMNJ. Mengapa tidak kita bangun sikap <em>positive sum game</em>? Mengapa kita tidak saling menguatkan, papa sike, too jogho?” ungkap Primus.</p>
	<p>Primus mengajak pemuda dan mahasiswa Nagekeo untuk menghargai semua senior asal NTT yang sudah mengharumkan nama NTT di gelanggang nasional. Dari Flores ada nama besar seperti mantan Menkeu Frans Seda, mantan politisi almarhum Ben Mangreng Say, mantan Gubernur NTT dr Ben Mboy, mantan Menaker Jacob Nuwa Wea, ahli bahasa Indonesia almarhum Gorys Keraf, filosof dan sosiolog Dr Ignas Kleden, mantan Menteri Lingkungan Hidup Dr Sonny Keraf, Rektor Universitas Trisakti Prof. Dr Thoby Mutis, pengusaha Johny Plate dan Herman Herry, dan banyak lagi.  </p>
	<p>Mereka semua hebat di bidangnya karena mereka berpikir besar, bekerja  cerdas dengan motivasi tinggi. Tentu ada faktor <em>lucky</em>. Tapi, yang pasti, mereka mampu merespons dengan tepat masalah yang dihadapi dan memanfaatkan dengan baik semua kesempatan yang ditemui.  </p>
	<p>Mengutip mantan <em>presenter</em> jempolan, Ebet Kadarusman, Primus yang didaulatkan sebagai senior SPMNJ  mengatakan, “Lebih baik menjadi orang penting, tapi jauh lebih penting menjadi orang baik”. Dengan ungkapan ini, Kang Ebed mengimbau semua audiensnya untuk menjadi orang baik. Tidak menghalalkan segala cara untuk menjadi orang penting. Idealnya, kita bisa menjadi orang penting dan sekaligus menjadi orang baik. Kita harus punya tekad menuju sana.  </p>
	<p>Jim Collins dalam bukunya “Good to Great’ mengatakan, “Baik saja tidak cukup. Perusahaan harus berusaha menjadi hebat di bidangnya. Baik adalah musuh hebat.”  Hasil risetnya menunjukkan, perusahaan yang hanya mencapai predikat baik saja, tidak bisa lama bertahan, <em>market share</em> atau pangsa pasarnya akan diambil kompetitor yang agresif dan kreatif. Perusahaan seperti itu tidak berusaha untuk inovatif dan menjadi <em>market leader</em> di bidangnya.</p>
	<p>‘Baik’ yang dimaksudkan Jim Collins adalah predikat atau skala  penilaian. Bukan baik dalam arti berkarakter bagus, bermoral, atau berintegritas. Sebagai manusia, kata Primus, kita harus berusaha terlebih dahulu menjadi orang baik dalam arti berintegritas. Dengan modal integritas baik, kita berusaha meraih prestasi tinggi dan menjadi orang hebat.</p>
	<p>Berbagai pengalaman empirik menunjukkan, orang tidak bisa menjadi hebat jika tidak terlebih dahulu menjadi orang baik. Karena hanya dengan menjadi orang baik terlebih dahulu, semua talenta yang dimiliki bisa dioptimalkan. Hanya dengan karakter yang baik, kita bisa mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk menjadi orang hebat. </p>
	<p>Primus menekankan pentingnya perbaikan ‘mindset’. Orang Flores sering gagal karena belum apa-apa sudah mengatakan tidak bisa. Kata ‘talo’ (=tidak bisa)  adalah kosa kata yang sering diucapkan orang Nagekeo saat diajak untuk membangun sesuatu yang hebat. Jika berpikir saja kita sudah bilang ‘talo’,  bagaimana kita bisa berprestasi? </p>
	<p>“Ingat, apa kata Rene Descartes: Cogito ergo sum. I think threfore I exist.  Saya berpikir maka saya ada. Ya, semuanya berawal dari berpikir. Saya berpikir saya bisa menjadi orang  sukses, maka saya menjadi orang sukses. Oleh karena itu, wahai para pemuda dan mahasiswa Nagekeo, buanglah, buanglah, buanglah kata ‘talo’. Coret kata itu dari kosa kata sehari-hari,” ujar Primus berapi-api.</p>
	<p>Para ahli bilang, demikian Primus, we do, what we think. Kita berbuat apa yang kita pikirkan. Itulah <em>actus humanus</em>, perbuatan manusia sebagai manusia. Manusia mengerjakan apa yang dipikirkan, apa yang direncanakan. Apa yang ada dalam pikiran kita sangat menentukan tindakan kita. Jadi, kalau kita selalu berpikir kalah, maka kita akan selalu menjadi <em>the loser</em>. Sebaliknya, kalau kita selalu berpikir menang, cepat atau lambat, kita akan menjadi <em>the winner</em>.</p>
	<p>Tapi, pikiran bukanlah yang paling tinggi dalam diri manusia. Di atas pikiran, ada sesuatu yang sangat mempengaruhi. Itulah <em>belief</em>, itulah iman, itulah keyakinan. Orang bisa membawa bom bunuh diri dan rela mati karena <em>belief</em>-nya. Orang rela menyerahkan sebagian hartanya untuk orang lain karena <em>belief</em>. Anak berandal bisa meninggalkan kehidupan hitamnya karena pikirannya sudah tersentuh <em>belief</em>. Karena itu, untuk memotivasi orang yang malas belajar dan malas bekerja, sentuhlah pikirannya dengan <em>belief</em>.  “What we believe shape the way what we live. Apa yang kita yakini, mempengaruhi cara hidup kita,” kata Primus. </p>
	<p><img src="http://photos-225.friendster.com/e1/photos/52/25/55415225/1_744840663l.jpg" alt="primus dorimulu" /></p>
	<p>Primus yang saat ini menjadi News Director di <em>Globe Media Group</em>, Jakarta,  yakin pemuda dan mahasiswa Nagekeo mampu membentuk dirinya menjadi orang hebat, asalkan mulai dengan berpikir besar, bekerja dengan penuh motivasi, menerapkan <em>key of success</em>, dan berpedoman pada <em>belief</em>.  Ia lantas menguraikan delapan pilar yang menjadi kunci sukses seseorang. </p>
	<p>Pilar pertama adalah <em>solid character</em>. Banyak orang pintar gagal meraih karir yang baik, bahkan gagal dalam hidup karena tidak memiliki karakter baik. Mereka gagal karena, mungkin, tidak sabar, tidak sopan, tidak memiliki tekad yang kuat, dsb.</p>
	<p>Sukses tidak saja ditentukan oleh <em>hard skill</em>, tapi juga <em>soft skill</em>. Bahkan 80% sukses seseorang ditentukan oleh <em>soft skill</em>. Yang disebut <em>hard skill</em>  adalah <em>knowledge</em> (pengetahuan) dan <em>professional skill</em> (kemampuan profesi). Sedangkan <em>soft skill</em> meliputi <em>motivation</em>, <em>attitude</em>, <em>behavior</em>, <em>net working</em>, <em>positive thinking</em>, dan <em>good response</em>. Sopan santun, kesabaran, kejujuran, keberanian, daya tahan dan daya juang, kemampuan bergaul dan memperluas <em>net working</em> adalah bagian dari <em>soft skill</em>.</p>
	<p>Pilar kedua,  <em>healthy physic</em>. Tanpa fisik yang sehat, kita tidak bisa belajar, bekerja, bergaul, dan menikmati hidup. Kesehatan adalah harta kita yang tidak ternilai.  Kita harus mengkonsumsi makanan bergizi, olah raga dan tidur cukup. Ini semua tidak bisa disubstitusi. Orang lain tidak bisa makan, olah raga, dan tidur buat diri kita. Kerusakan fisik menggerogoti, bahkan menghancurkan semua yang kita peroleh bertahun-tahun.    </p>
	<p>Pilar ketiga, <em>significant spiritual</em>. Orang yang hidup tanpa landasan spiritual yang signifikan bagaikan rumah yang dibangun di atas pasir. Bangunlah rumah di atas batu cadas. Hiduplah atas dasar iman dan libatkan Tuhan dalam setiap aktivitas kita. Kita senantiasa perlu menyadari bahwa kita berasal dari Dia dan akan kembali ke Dia. Kita wajib mengajak orang lain untuk semakin dekat dengan Tuhan. Bukan sebaliknya, yakni menjauhkan orang lain dari Tuhan.  </p>
	<p>Seperti sudah dijelaskan, spiritualitas mempengaruhi <em>mindset</em> manusia dan cara hidup seseorang. Jika kita menghendaki agar kita selalu berada di jalan Tuhan, hiduplah sesuai firman-Nya.</p>
	<p>Resep hidup ini akan sangat membantu: Apa yang kaukehendaki orang lain lakukan kepadamu, perbuatlah hal itu kepada orang lain, dan apa yang tidak kaukehendaki orang lain perbuat kepadamu, janganlah kau perbuat kepada orang lain.</p>
	<p>Pilar keempat adalah <em>life learning</em>. Orang Flores sangat terkenal tukang ngobrol. Tidak salah dengan ngobrol. Tanpa <em>chating</em> hidup jadi kering. Namun, kebanyakan ngobrol, bukan saja <em>waste time</em>, tapi juga menganggu orang lain.  Waktu dan usia tidak bisa didaur ulang. Sekali lewat, waktu tidak bisa kita kembalikan. Kita juga tidak bisa mengembalikan usia. Semakin hari kita semakin tua. Karena itu, gunakanlah waktu sebaik-baiknya untuk belajar dan bekerja. Gunakan waktu senggang untuk membaca buku, menghadiri seminar, dan diskusi bermutu. Bukalah wawasan dengan belajar, terutama dari orang sukses.</p>
	<p>Pilar kelima, <em>active network</em>. Banyak teman, banyak rezeki. Tidak salah kalau orang bilang, “Siapa yang kau kenal menentukan di mana kau berada.”  Banyak orang berhasil memperoleh pekerjaan dan kedudukan karena <em>networking</em>. Para pebisnis sukses karena luasnya jaringan. Karena itu, perbanyaklah kenalan dan teman. Setiap kali bertemu orang, mintalah nama dan alamat serta nomor kontak. Apakah hari ini sudah lebih dari 100 nama dan nomor kontak di <em>hand phone</em> Anda? </p>
	<p>Pilar keenam adalah <em>bright career</em>. Hidup harus bekerja. Bekerja bukan saja soal upaya mendapatkan nafkah, tapi juga soal kepercayaan diri dan self esteem. Orang yang tidak bekerja tidak saja kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perlahan namun pasti, kepercayaan dirinya tergerus. Bekerja sangat penting agar kita tidak menjadi beban bagi orang lain. </p>
	<p>Sambil kuliah pun orang bisa bekerja. Ya, bekerja apa saja, meski pekerjaan kasar. Anda bisa bekerja sambil kuliah. Ada banyak pekerjaan yang cocok buat mahasiswa, selanjutnya tinggal kemauan dan disiplin.  </p>
	<p>Pilar ketujuh, <em>healthy finance</em>. Uang adalah darah. Tanpa uang aktivitas kita lumpuh. Sejak mahasiswa, kita harus belajar mengelola uang dengan baik. Bergaya hidup sesuai kemampuan agar tidak besar pasak dari tiang.</p>
	<p>Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, tapi begitu pensiun atau pun dicopot dari jabatan langsung jatuh miskin. Ini pasti gara-gara <em>life style</em> yang besar pasak dari tiang. </p>
	<p>Kalau sudah bekerja, upayakan pengeluaran di bawah pendapatan, makin lama makin besar. Dana itu ditabung atau diakumulasikan dari bulan ke bulan. Setelah jumlahnya cukup untuk biaya kesehatan, pendidikan, dan hari tua, mulailah berinvestasi. Banyak orang yang pintar cari duit, tapi  tidak <em>smart</em> mengatur uang. </p>
	<p>Pilar kedelapan,  <em>lovely family</em>.  Keluarga adalah jangkar. Ke mana pun kita pergi dan di mana pun kita bekerja, kita toh kembali juga ke rumah, kembali ke keluraga. Jika keluarga tidak harmonis, karakter kita akan terganggu, dan itu akan berdampak besar terhadap pekerjaan. Keluarga adalah oasis, tempat kita menimba kekuatan, kesegaran, dan daya hidup.  Orang yang tidak memiliki <em>lovely family</em> sulit bekerja dengan konsentrasi tinggi, sulit tersenyum, sulit membagiakan dan  memaaftkan orang lain.  </p>
	<p>Kita belajar dan bekerja keras, semuanya untuk kebahagiaan keluarga. Kita tidak mungkin bisa membahagiakan masyarakat kalau kita tidak bisa membahagiakan keluarga. Keluarga adalah unit masyarakat terkecil. Kalau keluarga beres, negara beres. Siapa saja boleh saja bercita-cita menjadi pemimpin. Tapi, pemimpin masyarakat haruslah mereka yang memiliki <em>lovely family</em>, mereka yang  sudah terbukti sukses memimpin keluarga. </p>
	<p>Inilah <em>key of success</em> yang sudah mengubah begitu banyak orang di dunia.  Mereka sudah berhasil menjadi orang hebat di bidangnya. </p>
	<p>“Anda pun bisa menjadi orang hebat asalkan sungguh-sungguh berpikir besar, bercita-cita besar, bermimpi besar, serta memiliki <em>strong motivation</em>, tekad membara, yang tidak lekang oleh panas, lapuk oleh hujan, dan berusaha hidup sesuai <em>belief</em> kita. Anda bisa menjadi orang hebat kalau Anda mau berubah,” ujar  Primus membangkitkan semangat.  <strong>Hans Obor</strong>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/senior-spmnj-primus-dorimulu-tanpa-berpikir-besar-kita-tak-pernah-bisa-menjadi-orang-hebat/feed/</wfw:commentRSS>
	</item>
		<item>
		<title>SPMNJ: Sebuah Bentuk Ekspresi Politis Akademis yang Murni</title>
		<link>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/spmnj-sebuah-bentuk-ekspresi-politis-akademis-yang-murni/</link>
		<comments>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/spmnj-sebuah-bentuk-ekspresi-politis-akademis-yang-murni/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 14:41:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NTT Online</dc:creator>
		
	<category>Lain-lain</category>
		<guid>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/spmnj-sebuah-bentuk-ekspresi-politis-akademis-yang-murni/</guid>
		<description><![CDATA[<strong>“Semangat itu  muncul dengan setitik keberanian, dan keberanian itu butuh kejujuran untuk mengekspresikannya”</strong>

Hal itulah yang ditunjukkan oleh segenap Pemuda dan Mahasiswa Nagekeo yang tergabung dalam sebuah wadah organisasi yang bernama ‘Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Nagekeo Jakarta (SPMNJ)’. Hari Sabtu, tepatnya pada tanggal 19 April 2008, SPMNJ dideklarasikan (yang merupakan kelanjutan dari gagasan pembentukan organisasi pada 2 Maret 2008). ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong>Oleh Jhonatan Raga-Meko</strong><br />
<em>(Ketua Dept. Litbang SPMNJ)</em></p>
	<p><strong>“Semangat itu  muncul dengan setitik keberanian, dan keberanian itu butuh kejujuran untuk mengekspresikannya”</strong></p>
	<p>Hal itulah yang ditunjukkan oleh segenap Pemuda dan Mahasiswa Nagekeo yang tergabung dalam sebuah wadah organisasi yang bernama ‘Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Nagekeo Jakarta (SPMNJ)’. Hari Sabtu, tepatnya pada tanggal 19 April 2008, SPMNJ dideklarasikan (yang merupakan kelanjutan dari gagasan pembentukan organisasi pada 2 Maret 2008). </p>
	<p>“Berani dan sederhana, namun penuh makna”. Demikian sepotong kalimat yang diucapkan oleh mereka yang hadir pada acara deklarasi tersebut. Ini menyiratkan bahwa ada semangat yang harus terus dibina dan dipupuk dalam masyarakat Nagekeo, yang secara ‘administratif’ memang baru diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara mandiri.</p>
	<p><a id="more-6314"></a></p>
	<p>Kehadiran wadah SPMNJ ini, merupakan suatu bentuk ekspresi politis-akademis yang murni dari Pemuda dan Mahasiswa Nagekeo di Jakarta untuk kembali memberikan warna dalam dinamika perkembangan masyarakat-pemuda dan mahasiswa-Nagekeo khususnya, dan Indonesia pada umumnya dengan tetap bercermin pada tujuan yakni : Dari, Oleh, dan untuk Nagekeo tercinta. </p>
	<p>Hal ini akan menjadi tolok ukur &#8212; karena secara empiris &#8212; Jakarta telah menjadi barometer perkembangan dan perjuangan kaum muda Indonesia. Oleh karena itu, sebagai sebuah wadah yang independent, SPMNJ memulai langkahnya dengan semangat “To’o Jogho Laka Sama” yang merupakan semboyan SPMNJ. </p>
	<p>Interpretasi masyarakat terhadap semboyan ini kiranya dapat sejalan dengan maksud SPMNJ yang berlatar kerja sama; berat sama dipikul &#8212; ringan sama dijinjing. Ada permasalahan &#8212; bersama-sama kita mencari solusi. Merangkak bersama, berdiri bersama, dan melangkah bersama. Siapa lagi kalau bukan kita, dan kapan lagi kalau bukan saat ini? Tidak dua kali hari ini; seinci waktu merupakan sekaki permata; hari ini tidak akan kembali lagi.</p>
	<p>Nagekeo harus terus dikritisi dengan pendekatan ‘konflik-akademis’ demi pembangunan yang berkesinambungan. Karakter kompetitif masyarakat Nagekeo seharusnya menjadi senjata dalam upaya membangun kemapanan hidup bermasyarakat, bukan untuk menjadikannya sebagai kekuatan untuk ajang adu nyali dan ketangkasan. Karena zaman terus berganti, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tak dapat dihindari. </p>
	<p>Perang Dunia telah usai, Perang Dingin telah berakhir. Saat ini kita dituntut untuk mulai menyusun dan menyatukan kerangka berpikir kehidupan bermasyarakat yang mandiri di bawah payung desentralisasi dan otonomi dalam menghadapi arus globalisasi. </p>
	<p>Kita (Nagekeo) harus sadar bahwa saat ini kita sudah berada pada titik itu. Hanya ada kata ‘maju’, karena ‘mundur’ hanya untuk mereka yang tidak mampu dan tidak mau berusaha. Oleh karena itu, SPMNJ hadir sebagai representasi masyarakat Nagekeo yang mau berkorban dan berani mengambil resiko pada saat ini untuk masa yang akan datang. </p>
	<p><img src="http://photos-225.friendster.com/e1/photos/52/25/55415225/1_501679588l.jpg" alt="deklarasi SPMNJ di Jakarta" /><br />
<strong>Pengurus SPMNJ berpose bersama usai acara deklarasi pada 19 April 2008 di Jakarta. Tampak mendampingi senior SPMNJ Primus Dorimulu (tengah belakang berbaju batik) yang diberi kesempatan menyampaikan sambutan pada acara tersebut, dan kedua Penasihat SPMNJ Marcelinus Ado Wawo (belakang kanan berbaju putih) dan John Billy (depan kiri berbaju putih).</strong></p>
	<p><strong>Badan Pengurus Organisasi SPMNJ Periode 2008-2009</strong></p>
	<p><strong>Ketua</strong> : Yohanes Towa Rema<br />
<strong>Wakil Ketua</strong> : Geraldus Missi<br />
<strong>Sekretaris</strong> : Agustinus Marianus Daga<br />
<strong>Bendahara</strong> : Angelina Kristina Ngole<br />
<strong>Kabid Pendidikan</strong> : Riswan Dapa<br />
<strong>Kabid Rohani</strong> : Agustina Herlina D. Wea<br />
<strong>Kabid Kebudayaan</strong> : Markus Gelu<br />
<strong>Kabid Olahraga</strong> : Yohanes Fakundus Kota<br />
<strong>Kabid Litbang</strong> : Jhonatan Raga-Meko
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/spmnj-sebuah-bentuk-ekspresi-politis-akademis-yang-murni/feed/</wfw:commentRSS>
	</item>
		<item>
		<title>MENGAPA TIDAK BERAGRIBISNIS UBI KAYU?</title>
		<link>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/mengapa-tidak-beragribisnis-ubi-kayu/</link>
		<comments>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/mengapa-tidak-beragribisnis-ubi-kayu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 13:53:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NTT Online</dc:creator>
		
	<category>Opini</category>
		<guid>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/mengapa-tidak-beragribisnis-ubi-kayu/</guid>
		<description><![CDATA[<strong>Dati Nawastuti Lewoema, S.Pt.</strong> 

<strong>UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz)</strong>

Apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika membaca dan mendengar dua kata tersebut? Ketika saya masih berada di kampung suami yang bernama Riangduli, terletak di kecamatan Titehena kabupaten Flores Timur, setiap sore menjelang gelap saya selalu melihat bapak mertua pulang dari kebun dengan memikul sesuatu dalam karung beras di pundaknya. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong>Dati Nawastuti Lewoema, S.Pt.</strong> </p>
	<p><strong>UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz)</strong></p>
	<table border="0">
	<tr>
<td style="padding-right: 5px">
<img src="http://photos-225.friendster.com/e1/photos/52/25/55415225/1_782194522l.jpg" alt="Dati Nawastuti Lewoema" alt=height"50px" weight="20px" align="left" border="0"/>
</td>
	<td>
Apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika membaca dan mendengar dua kata tersebut? Ketika saya masih berada di kampung suami yang bernama Riangduli, terletak di kecamatan Titehena kabupaten Flores Timur, setiap sore menjelang gelap saya selalu melihat bapak mertua pulang dari kebun dengan memikul sesuatu dalam karung beras di pundaknya.
</td>
</tr>
	</table>
	<p><a id="more-6313"></a></p>
	<p>Ada pisang, ubi kayu hingga kayu bakar. Setelah beristirahat sejenak, sebagian ubi kayu mulai dicincang untuk dijadikan makanan babi (apalagi si babi pun sudah tak sabar menahan lapar sehingga suaranya terdengar sampai ke tetangga sebelah rumah). Setelah itu, kalau ubinya enak (pulen) untuk makan kami besok pagi. Tapi kalau ternyata bapak membawa ubi yang rasanya pahit berarti semua ubi yang beliau bawa sore itu adalah untuk makan babi.</p>
	<p>Itu sedikit ilustrasi yang saya ambil dari pengalaman pribadi. Selama ini ubi kayu hanya dipandang sebelah mata. Padahal nilai ekonominya cukup tinggi; mulai dari pakan ternak, gaplek, tiwul, kue, kripik, minuman bahkan biofuel. Jadi ubi kayu sebenarnya tidak hanya sebagai makanan babi saja dan kalau ada sisa untuk manusia.</p>
	<p><strong>Varietas Ubi Kayu</strong></p>
	<p>Saat ini tersedia 10 varietas ubi kayu di pasaran yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu varietas untuk pangan dan varietas untuk industri.Varietas untuk pangan antara lain Adira-1;Malang-1;Malang-2 dan Darul Hidayah. Sedangkan untuk ubi kayu bervarietas Adira-2;Adira-4;Malang-4;Malang-6;UJ-5 dan UJ-3 adalah untuk industri.</p>
	<p>Varietas untuk pangan mempunyai tekstur umbi yang pulen dengan kadar HCN 50 miligram per kilogram, rasanya tidak pahit, sedangkan untuk industri mempunyai kadar patin sekitar 0,6 gram per kilogram dan rasanya pahit (Tempo interaktif,2007).</p>
	<p>Beberapa varietas yang tahan hama tungau merah yaitu Malang-4 dan Malang-6 serta varietas baru yang sedang diujicobakan di beberapa daerah adalah CMM 99008-3 yang mempunyai kadar patin yang sangat tinggi sehingga baik sekali untuk industri biofuel.Varietas UJ-3 dan UJ-5 ternyata lebih tahan terhadap Cassava Backterial Blight (CBB).</p>
	<p>Lalu varietas apa saja yang dapat tumbuh di Nusa Tenggara Timur? Sebenarnya semua varietas ubi kayu tersebut dapat tumbuh dengan baik di NTT apalagi jenis-jenis tanah di NTT bukanlah termasuk jenis-jenis tanah yang bermasalah seperti podzolik merah kuning, histosol  dan tanah sulfat masam (Sudjadi,1984). </p>
	<p>Menurut Prihandana (2007),ubi kayu adalah tanaman yang toleran terhadap tanah dengan tingkat kesuburan rendah. Ubi kayu juga mampu berproduksi baik pada lingkungan sub-optimal dan mempunyai pertumbuhan yang relatif lebih baik dibandingkan dengan tanaman lain.</p>
	<p>Beberapa daerah sudah menjadi sentra penghasil ubi kayu antara lain Lampung, Kalimantan Selatan, Jawa Timur (Malang, Blitar, Trenggalek dan Kediri) serta Jawa Barat. Bagaimana dengan NTT? Beranikah kita membudidayakan ubi kayu untuk menambah penghasilan petani/pekebun kita.</p>
	<p><strong>Proyek Budidaya Ubi Kayu di Kabupaten Manggarai Barat</strong></p>
	<p>Gebrakan yang sangat mengesankan telah dilakukan oleh Pemkab Manggarai Barat dengan mencoba mengerahkan petani/pekebun di tiga kecamatan yaitu Sano Nggoang, Welak dan Lembor untuk menanam stek ubi kayu sebanyak 3.687.767 batang. Terlepas dari masalah dugaan KKN yang dilakukan, minimal mereka telah meletakkan landasan agribisnis di kawasan ini. </p>
	<p>Pemkab Manggarai Barat berani mengambil resiko yang tinggi (kalau tidak ingin dikatakan sebagai tindakan tanpa perencanaan yang matang) dengan mendatangkan stek dari luar pulau dalam jumlah besar tanpa mempertimbangkan banyak hal seperti curah hujan, kebiasaan petani dalam menanam serta hal-hal lain yang tidak diantisipasi sebelumnya. </p>
	<p>Maka hal yang tidak diinginkan pun terjadi;  kegagalan proyek penanaman 3,6 juta ubi kayu. Berbagai alasan pun dikemukakan yakni;  penanaman karena tidak sesuai dengan musim,  tidak mempertimbangkan masa tanam yang bertepatan dengan masa panen padi ladang, kekeringan dan dimakan ternak (Pos Kupang,3/2/2008).</p>
	<p>Menurut data dari Badan Meteorologi dan Geofisika (1990), Kabupaten Manggarai termasuk salah satu daerah di NTT yang mempunyai curah hujan yang cukup tinggi yaitu 2744 mm/thn yang lalu diikuti kabupaten Sumba Barat 2687 mm/thn dan kabupaten Ende sebanyak 1524 mm/thn. Lalu mengapa proyek penanaman ubi kayu di kabupaten Manggarai Barat gagal dengan alasan kekeringan? Persoalan lainnya adalah karena ubi kayu-ubi kayu tersebut dimakan ternak. </p>
	<p>Anehnya, di satu sisi masyarakat diajak beragribisnis dengan menanam ubi kayu untuk diambil umbinya tapi ternyata di sisi lain petani tidak diarahkan untuk menjaga lahan-lahan agribisnis tersebut dari serangan ternak yang tidak dikandangkan.</p>
	<p>Ternyata agribisnis tidak semudah yang dibayangkan. Beragribisnis bukan sekedar ada proyek, lahan dan petani tanpa perlu mempersiapkan SDM yang menguasai agribisnis dengan baik. </p>
	<p>Menurut Downey (2007), agribisnis merupakan sector perekonomian yang menghasilkan dan mendistribusikan masukan bagi pengusaha tani kepada pemakai akhir. Berhasil atau tidaknya suatu kegiatan agribisnis pada dasarnya tergantung pada efektivitas pemanfaatan sumber daya yang digunakan. Manajemen agribisnis berbeda dengan manajemen lainnya karena agribisnis bersifat unik dan memerlukan kemampuan dan keahlian yang unik dari manajernya. </p>
	<p>Bagaimanapun Pemkab Manggarai Barat sudah berani memulai agribisnis dalam skala besar walaupun masih ada indikasi kurangnya pemahaman manajemen agribisnis secara benar. </p>
	<p>Namun demikian, bukan berarti setelah kegagalan ini maka Pemkab tidak berani mencoba beragribisnis lagi. Mungkin dapat dimulai dari skala kecil dengan menggunakan stek lokal dari varietas yang ada di sekitar. Kalau sudah berhasil baru mulai ke skala menengah sambil mempersiapkan SDM baik ditingkat Dinas Pertanian hingga petani sebagai ujung tombak agribisnis. </p>
	<p>Jika sudah siap segala sesuatunya maka mungkin agribisnis ubi kayunya bisa diperbesar lagi skalanya.Tidak ada salahnya bila studi banding ke salah satu daerah penghasil ubi kayu untuk membuka wawasan tentang agribisnis.</p>
	<p><strong>Penutup</strong></p>
	<p>Ternyata Ubi kayu dapat menjadi andalan jika dikelola dengan metoda yang tepat. Ketepatan mengelola memerlukan  pengetahuan yang cukup di bisang agribisnis. Setiap rantai agribisnis yang bertautan akan menghasilkan kesinambungan alur produksi sehingga tidak ada produksi yang menumpuk dan menjadi obyek permainan harga oleh para tengkulak. Kita bisa mulai kalau komponen-komponen sumberdaya lengkap tersedia. </p>
	<p>Agribisnis adalah sebuah isu komprehensif yang memerlukan SDM yang mampu dan mumpuni. Kalau begitu, ternyata kebutuhan akan SDM sudah sangat mendesak. Bagaimana bisa melaksanakan kegiatan agribisnis ubi kayu kalau SDM kita masih belum memiliki kompetensi dalam bidang ini. Ini tugas semua <em>stakeholders</em> pembangunan. Bukan hanya pemerintah, tapi siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan agribisnis di daerahnya masing masing.</p>
	<p><strong>Penulis tinggal di kec.Wulanggitang kab.Flores Timur. Saat ini sedang menyelesaikan S2 program Magister Manajemen Agribisnis Universitas Gadjah Mada-Yogyakarta</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/mengapa-tidak-beragribisnis-ubi-kayu/feed/</wfw:commentRSS>
	</item>
		<item>
		<title>Tarif Murah simPATI  Kado 13 Tahun Telkomsel</title>
		<link>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/tarif-murah-simpati-kado-13-tahun-telkomsel/</link>
		<comments>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/tarif-murah-simpati-kado-13-tahun-telkomsel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 13:43:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NTT Online</dc:creator>
		
	<category>Teknologi</category>
		<guid>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/tarif-murah-simpati-kado-13-tahun-telkomsel/</guid>
		<description><![CDATA[<strong>Talalu PeDe, dengan Tarif 13 dari simPATI</strong>
<strong>Sampai Menit ke 13 Tetap Rp 0,5 per Detik</strong>

Denpasar, NTT Online - Dalam rangka HUT Telkomsel ke-13, pelanggan simPATI mendapat kado komunikasi sangat murah yakni Rp. 0,5/detik setelah detik ke-13 hingga menit ke-13 ke sesama Telkomsel (kartuHALO, simPATI dan Kartu As) pada pukul 00.00 – 06.00 waktu setempat.  Untuk 13 detik pertama dikenakan Rp 25/detik atau Rp 325.

Disamping itu komunikasi murah sesama Telkomsel juga diberlakukan  pada pukul 06:00 - 18:00 yakni Rp. 0,5 setelah 60 detik hingga menit ke-13 (60 detik pertama Rp. 25/detik). Sedangkan pukul 18:00 - 24:00 berlaku Rp. 0,5 setelah 90 detik hingga menit ke-13 (90 detik pertama dikenakan Rp. 25/detik), demikian berulang seterusnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong>Talalu PeDe, dengan Tarif 13 dari simPATI</strong><br />
<strong>Sampai Menit ke 13 Tetap Rp 0,5 per Detik</strong></p>
	<p>Denpasar, NTT Online - Dalam rangka HUT Telkomsel ke-13, pelanggan simPATI mendapat kado komunikasi sangat murah yakni Rp. 0,5/detik setelah detik ke-13 hingga menit ke-13 ke sesama Telkomsel (kartuHALO, simPATI dan Kartu As) pada pukul 00.00 – 06.00 waktu setempat.  Untuk 13 detik pertama dikenakan Rp 25/detik atau Rp 325.</p>
	<p>Disamping itu komunikasi murah sesama Telkomsel juga diberlakukan  pada pukul 06:00 - 18:00 yakni Rp. 0,5 setelah 60 detik hingga menit ke-13 (60 detik pertama Rp. 25/detik). Sedangkan pukul 18:00 - 24:00 berlaku Rp. 0,5 setelah 90 detik hingga menit ke-13 (90 detik pertama dikenakan Rp. 25/detik), demikian berulang seterusnya.</p>
	<p><a id="more-6312"></a></p>
	<p>Bahkan tarif murah Rp 0,5 juga berlaku ke nomor operator lain sepanjang hari. Untuk panggilan ke operator lain (PSTN, FWA dan selular lain) berlaku Rp. 0,5/detik setelah 1 menit hingga menit ke-3 (60 detik pertama Rp. 25/detik). Hal ini berulang pada menit kelipatannya, yakni Rp.0,5/detik pada menit 4-6, 7-9, 10-12, dan seterusnya.</p>
	<p>Untuk menikmati tarif hemat kado HUT Telkomsel ke-13 ini, pelanggan cukup mengubah pilihan tarifnya dengan menekan Menu Perpindahan Tarif *880# langsung dari ponsel, selanjutnya pilih 3 untuk Tarif PeDe 13. Setiap perpindahan tarif tidak dikenakan biaya (GRATIS) selama bulan Mei 2008. </p>
	<p>GM Sales and CS Regional Bali Nusra Hastining Bagyo Astuti, didampingi oleh Para Manager GraPARI Regional Bali Nusra Nurcahyo Priyadi, Eko Wahyudi dan Hendrat Widjanarko mengatakan, ”Kami berharap kado tarif murah simPATI ini dapat memberikan penghematan biaya komunikasi bagi lebih dari 29 juta pelanggan simPATI yang ada saat ini. Di samping itu juga memberikan kesempatan bagi masyarakat luas di seluruh Indonesia hingga pelosok untuk bisa menikmati produk kartu prabayar berkualitas dengan tarif yang sangat terjangkau.”</p>
	<p> “Kemanfaatan tarif murah simPATI ini akan semakin terasa karena pelanggan dapat menggunakan simPATI-nya kapanpun dan dimanapun dilayani oleh jaringan terluas Telkomsel yang menjangkau hingga pelosok Indonesia. Pelanggan dilayani High Performance Network Telkomsel yang didukung oleh lebih dari 22.000 BTS termasuk 3.000 node b (BTS 3G dan HSDPA) melayani lebih dari 95 persen populasi di Indonesia yang berjumlah sekitar 240 juta penduduk,” tegas Hastining.</p>
	<p>Telkomsel tetap memberikan pilihan tarif yang fleksibel, dimana pelanggan dapat memilih tarif per menit dengan ekstra bonus bicara dan SMS, dengan waktu pemakaian bonus dan akumulasi yang makin panjang, yakni pukul 00.00 – 12.00. Selain itu pelanggan juga masih dapat memakai tarif per detik dengan benefit 1 menit pertama Rp 25 per detik, selanjutnya Rp 0,5 per detik sampai dengan menit ke-5, seterusnya dengan skema berulang. Tarif PeDe 13, Tarif Per Detik serta Bonus ekstra bicara dan SMS ini berlaku hingga 30 Juni 2008. </p>
	<p>Selain itu kartu prabayar simPATI juga dilengkapi dengan beragam inovasi layanan seperti: mobile banking, push email, Transfer Pulsa, International Roaming, Nada Sambung Pribadi, Telkomsel Call Me 808 (komunikasi tetap terjalin walau kehabisan pulsa) dan Telkomsel pelindung dataku sebagai back-up data penting pelanggan, simPATIzone, SMS Me.</p>
	<p>”Kami selalu berupaya mendengarkan kebutuhan pelanggan dan calon pelanggan, sebagai upaya untuk menyediakan produk yang tepat dan memberikan solusi terbaik sesuai tuntutan pasar. Tingginya kepercayaan pengguna ponsel di Indonesia yang mempercayakan layanan komunikasi selularnya kepada kami merupakan kebanggaan yang tak ternilai. Namun hal ini tidak lantas membuat Telkomsel berpuas diri karena tanggung jawabnya kami semakin besar untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan,” tambah Hastining.</p>
	<p>Hastining menambahkan bahwa dalam menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat luas, Telkomsel selalu berupaya mengimplentasikan lisensi nasional yang diamanatkan pemerintah guna memenuhi 5 parameter pokok kebutuhan pengguna selular yakni : penggelaran jaringan terluas hingga pelosok, network berkualitas didukung teknologi terkini, inovasi produk dan layanan, pelayanan pelanggan berstandar mutu internasional ISO, dan tarif yang semakin terjangkau.</p>
	<p>Telkomsel memandang bahwa pada dasarnya jaringan yang luas hingga wilayah terpencil dengan core network yang senantiasa siap untuk mendukung implementasi teknologi terkini, merupakan hal utama. Oleh karenanya inovasi teknologi berkelanjutan pun terus diupayakan termasuk teknologi 3G berbasis WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) dan HSDPA (High Speed Downlink Packet Access), melengkapi teknologi yang sudah diimplemantasikan sebelumnya seperti : CSD (Circuit Switched Data), GPRS (Global Packet Radio Service), dan EDGE (Enhanced Data rate GSM Evolution).  Hal ini tentunya akan meningkatkan kemampuan Telkomsel dalam menghadirkan beragam inovasi layanan.</p>
	<p><img src="http://photos-225.friendster.com/e1/photos/52/25/55415225/1_341092275l.jpg" alt="simpati kado 13 tahun" /><br />
<strong>(dari sebelah kiri) Nurcahyo Priyadi (Mgr GraPARI Denpasar), Hastining Bagyo Astuti (GM Sales and CS Regional Bali Nusra), Eko Wahyudi (Mgr GraPARI Mataram) dan Hendrat Widjanarko (Mgr GraPARI Kupang)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://www.ntt-online.org/2008/05/10/tarif-murah-simpati-kado-13-tahun-telkomsel/feed/</wfw:commentRSS>
	</item>
	</channel>
</rss>
