Bill Gates di Mata Presiden
“Saya sangat senang bertemu lagi dengan Gates. Terakhir saya bertemu dua tahun yang lalu dan heran, ia tidak bertambah tua dalam dua tahun,” ujar Presiden dalam bahasa Inggris.
Presiden pertama kali bertemu dengan Gates saat berkunjung ke kantor pusat Microsoft di Seattle, Amerika Serikat,pada 2007.
“Saat itu saya sangat terkesan dengan sifatnya yang rendah hati. Ia sangat berenergi dan tentu sangat memiliki visi,” tutur Presiden.
Namun, yang paling memberi kesan untuk Presiden adalah intelektualitas, inovasi dan kreativitas yang telah membuat Gates masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia melalui penemuan piranti lunaknya.
Gates, dinilai Presiden sebagai orang yang dapat membaca perkembangan teknologi di masa depan dan dapat melihat manfaat teknologi untuk manusia.
Saat mengunjungi kantor Microsoft di AS, Presiden mengatakan, ia terkesan dan bangga dengan banyaknya warga Indonesia yang bekerja di sana.
“Mereka semua masih muda, dinamis, cerdas, dan optimis dengan masa depannya,” ujarnya.
Presiden menambahkan saat itu para warga Indonesia yang ia temui mengatakan mereka semua suatu hari akan pulang dan “menularkan ” ilmu mereka kepada masyarakat Indonesia.
“Untuk itu saya harap Gates memastikan bahwa mereka semua akan pulang,” ujar Presiden yang diikuti oleh tawa sekitar 2.500 peserta kulian umum.
Presiden mengatakan, Indonesia mengharapkan kelanjutan kerja sama yang baik dengan Microsoft untuk menyebarluaskan penggunaan Teknologi Informasi (TI) di Indonesia.
Gates yang hadir mengenakan baju batik bernuansa coklat itu memberikan kuliah umum tanpa teks selama 45 menit yang berjudul “The Second Digital Decades”.
Kehadiran Gates di Indonesia selama dua hari, 8-9 Mei 2008, merupakan kunjungan balasannya atas kedatangan Preside Yudhoyono ke kantor pusat Microsoft di Seattle, Amerika Serikat, pada 2007. antara
Hak cipta ntt-online.org. Kritik, saran dan pertanyaan silakan layangkan ke