Politik — NTT Online 9/5/2008

KPU NTT Bersedia Dialog dengan Pengunjuk Rasa

Kupang, NTT Online - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersedia melakukan dialog dengan wakil dari pengunjuk rasa untuk menjelaskan hasil verifikasi sampai pada penetapan pasangan calon yang lolos verifikasi tahap akhir pada Sabtu (10/5).

Kesediaan KPU itu disampaikan Ketua KPU Provinsi NTT, Ir. Robi Ratu Koreh, di Kupang, Jumat ketika menerima lima orang wakil pengunjuk rasa yang menuntut agar KPU melakukan verifikasi ulang berkas pasangan calon mulai dari tahap satu.

Lima wakil yang diterima KPU itu adalah koordiantor gerakan, Ferdinandus Leu, SP, Dr. Leo Bani Lodhu, MS, Apolonaris Gai, SIP, Ori Nalle, Ny. Netty Dale.

Lima perwakilan ini diterima Ketua KPU NTT, Robis Ratu Koreh, dan anggota KPU NTT, Jhon Depa, Jhon Lalongkoe dan Hans Louk.

Pada saat memasuki ruangan KPU, Ketua KPU NTT dalam nada tidak bersahabat langsung menyapa mereka dengan mengatakan “Apa yang mau disampaikan?”

Mendengar sapaan yang tidak bersahabat itu, koordinator gerakan, Ferdinandus Leo langsung melakukan interupsi dengan bertanya, “Apakah kita akan berdialog dalam standing seperti ini. Apakah ini sopan?”

Robi Ratu Koreh langsung kembali ke tempat duduk untuk menerima mereka.

Dalam pertemuan itu, kelompok massa pendukung beny Harman-Alfred Kase ini meminta KPU untuk melakukan proses ulang dari verifikasi tahap satu dan KPU bersedia berdialog pada Sabtu (10/5).

Walaupun KPU telah bersedia untuk berdialog pada Sabtu (10/5), wakil pengunjuk rasa tetap meminta jaminan bahwa hasil dialog harus punya pengaruh terhadap keputusan-keputusan yang sudah dilalui KPU, termasuk penetapan pasangan calon pada 5 Mei.

Robi Ratu Koreh mengatakan semuanya tetap terbuka sesuai dengan perkembangan dialog, kata Ferdinandus Leo mengutip jawaban Ketua KPU NTT.

Para pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri dan berjanji akan kembali pada Sabtu (10/5) untuk melakukan dialog dengan KPU NTT di Sekretariat KPU jalan Polisi Militer No.1 Kupang. antara