Wawancara Ekslusif Terkait Pilgub NTT
Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2008-2013 sudah diambang pintu. Tinggal hitungan bulan maka para jawara politik NTT akan memetik hasil tanamannya. Berbagai strategi politik jauh-jauh hari sudah dirembeskan kepada akar rumput dalam kemasan yang penuh pesona dan santun. Disitulah muncul beberapa kandidat yang sudah disebut-sebut dalam berbagai diskusi pada semua tingkatan masyarakat NTT. Sebut saja Gaspar Parang Ehok, Viktor Bungtilu Laiskodat, I. A. Medah, Benny K. Harman, Alfons Loemau, Frans Leburaya dan Mel Adoe sebagai calon gubernur, sementara sebagai wakil gubernur disebutkan, Julius Bobo, Eston Funai, Paulus Moa, Husen Pangkratius dan Piet J. Rebo.
Semakin menarik memang dan tensi politik di NTT bertambah panas, tidak ketinggalan orang NTT yang berdomisili di Jakarta juga angkat bicara soal siapakah yang bakal menduduki kursi nomor 1 dan 2 di NTT. Apakah pelaksanaan Pilgub akan aman? Dan figur yang bagaimanakah yang akan dicoblos oleh 2.540.225 pemilih dan keluar sebagai pemenang? Berikut petikan wawancara ekslusif wartawan NTT Online Yan Meko dengan salah satu putera NTT yang tinggal di Jakarta, Aloysius Abi, S.H. saat ditemui di Jakarta (Jumat, 22/02).
Yan Meko (YM), Pilkada dalam suatu daerah selalu tidak terlepas dari konflik, tanggapan anda?
Alo Abi (AA), Benar itu semua bisa saja terjadi tetapi kita mengharapkan di NTT dalam Pilgub nanti tidak terjadi sampai pada tingkat anarkis. Gejolak boleh-boleh saja karena itu bagian dari demokrasi.
(YM), Lalu bagaimana cara menghindarinya?
(AA), Saya mengharapkan para kandidat dalam sistim kampanyenya harus menghindari cara-cara yang tidak mendidik semisal mendiskreditkan paket lain dan atau memutar balikkan fakta lalu memberikan harapan yang lebih besar kepada akar rumput. Juga kepada KPU dan Banwas sebagai wasit harus disiplin dalam menegakan aturan, sebab apabila ada unsur kepentingan maka bisa memicu konflik. Asas kejujuran dan keadilan adalah yang paling utama untuk jauh dari konflik.
(YM), Pengalaman Pilkada masih dikaitkan dengan agama, etnis dan uang, komentar anda?
(AA), Agama, etnis dan ekonomi memang masih rawan ditengah akar rumput yang minus sumber daya manusia dan minus ekonomi. Tetapi sebagai masyarakat harus menyadari, belum pernah seorang koruptor ketika ditanya hakim terkait mengerupsi sejumlah anggaran lalu dia menjawab korupsi untuk buat gereja atau mesjid atau korupsi untuk diberikan kepada masyarakat miskin. Tetapi korupsi terjadi karena untuk kepentingan pribadi pejabat itu sendiri. Ini yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, sehingga dalam hal ini saya melihat track record dari figur yang menentukan keberhasilan. Memang disadari menjadi orang baik saja tidak cukup dan politik membutuhkan uang namun uang bukan menjadi tujuan.
(YM), Kongkritnya?
(AA), Di NTT masyarakat kita masih menganut sistim tradisional, siapa yang diyakini itulah yang dia coblos. Karakter warga kita kan tidak mbelelo, di desa mereka adalah penurut yang loyal. Issu inilah yang digunakan oleh tim sukses dan dikemas dalam strategi yang handal dan dilemparkan kembali kepada masyarakat untuk memenangkan paket yang diperjuangkannya.
(YM), Bagaimana dengan partai politik sebagai pintu masuk para kandidat juga membutuhkan uang.
(AA), Ya benar faktanya kini pintu politik identik dengan setoran. Partai politik jaman sekarang adalah lahannya orang-orang politik mencari uang. Visi-Misi partai hanya sebagai slogan belaka. Dulunya partai politik adalah kumpulan orang-orang politik untuk memperjuangkan kepentingan politik dan itu tidak terjadi lagi pada jaman sekarang. Uang memang dibutuhkan tetapi jangan sampai mencekik paket usungannya sendiri.
(YM), Prediksi anda, paket yang bagaimanakah yang akan mendulang sukses?
(AA), Paket yang menang adalah figur yang cerdas dan memiliki track record yang bersih. NTT perlu dibangun dari berbagai sektor karena menurut data Bappenas hampir semua desa di NTT termasuk desa tertinggal. Itu berarti kepemimpinan terdahulu belum sukses mengangkat masyarakat dari keterpurukan ekonomi, pendidikan dan kesehatan. NTT butuh banyak investor. Rakyat butuh figur yang pekerja keras dan memberikan sepenuh hatinya kepada daerah NTT. Paket yang terpilih adalah paket yang membawa perubahan bagi masyarakat.
(YM), Pilgub ibarat berjudi karena diantara sekian paket yang maju, hanya satu paket yang akan keluar sebagai pemenang lalu yang lainnya patah hati. Dendam politik dan iri hati pasti terjadi. Bisa dibenarkan?
(AA), Itu relatif, tergantung pada para paket yang akan bertarung. Kalau semuanya memiliki tingkat kedewasaan demokrasi yang tingi maka dendam dan iri tidak mungkin terjadi. Tetapi kalau sebaliknya maka tentunya situasinya berubah. Jadi yang menang seharusnya merangkul yang kalah karena yang kalah juga adalah putera-putera terbaik NTT yang memiliki kemampuan dan konsep yang jelas terhadap pembangunan di NTT. Yang kalah juga harus mengakui keunggulan pemenang dan menjunjung tinggi sikap sportifitas. Yang maju dalam pilgub ini entah nanti ada 4 paket atau 5 paket, semuanya adalah orang-orang pilihan kalau semuanya kumpulkan ide maka percepatan pembangunan pasti terjadi di NTT. Kita mengharapkan seperti itu.