Lain-lain, Pendidikan — NTT Online 31/1/2008

Marten Dira Tome:Pemerintah Akan Tetap Perjuangkan Kesejahteraan Tutor

Laporan Iwan Bala

KUPANG NTT ONLINE – Untuk mengsukseskan program pemerintah dalam mengentaskan buta aksara di NTT dan daerah lainnya,tidak terlepas dari peran para tutor dalam membimbing dan membina para warga belajar, namun ironisnya kesejahteraan para tutor ini sangat terabaikan atau tidak setimpal dengan usaha dan kerja keras mereka dalam membimbing para warga belajar.

Terkait hal ini Kasubdin Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Propinsi NTT Ir Marten Luther Dira Tome mengatakan perkerjaan sebagai tutor adalah pekerjaan yang sangat mulia, kendati dengan honor yang kecil para tutor senantiasa memberikan yang terbaik bagi para warga belajar.

Marten menjelaskan untuk honor para tutor diberikan oleh pemerintah senilai Rp. 175.000,- dan untuk tutor buta aksara Rp. 100.000,-. Akan tetapi hal ini tidak serta membuat para tutor jadi patah semangat untuk memberikan yang terbaik bagi para warga belajar yang umumnya berusia dari 12-70 tahun.

Pemerintah tentunya juga tidak akan berdiam diri melihat hal ini, keberhasilan PLS tentu membutuhkan dukungan dan partisipasi dari para penyelenggara, tutor dan masyarakat selaku warga belajar, untuk kedepannya Marten berjanji akan tetap memperjuangan dan memperhatikan kesejahteraan dari pada tutor sehingga honor yang diterima saat ini dapat meingkat pada tahun-tahun berikutnya.

Data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan NTT menyebutkan bahwa sisa buta aksara pada awal tahun 2006 sebanyak 370.710 jiwa lalu diselesaikan pada akhir tahun 2006 18.720 jiwa sisanya 351.989 jiwa. Pada tahun 2007 telah terselesaikan sebanyak 111.000 jiwa dan pada tahun 2008 ini pemerintah akan terus berupaya mengurangi angka buta aksara di NTT yang sisanya 211.000 jiwa yang dalam rencananya akan dituntaskan pada tahun 2008. Namun semua itu tentu tak akan berhasil tanpa dukungan dari semua pihak dan juga dukungan dana dari pemerintah pusat, pemerintah propinsi dan daerah melalui perngalokasian anggarannya.

Marten menambahkan untuk tahun 2008 ini untuk menyelesaikan buta aksara diperkirakan anggaran membutuhkan dana sebesar 61 M, jika mencukupi maka dirinya sangat optimis tahun 2008 semua masyarakat NTT pada umumnya terbebas dari buta aksara.

Hingga kini pihaknya telah menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang memadai dan sumber dana anggaran, dari sisi SDM Marten mengatakan telah membuka akses yang seluas-luasnya dengan melibatkan semua yayasan, forum-forum, organisasi masyarakat, LSM-LSM dan lembaga-lembaga keagamaan.

“Kita telah menemukan orang-orang pintar dibawah untuk menunjang keberhasilan ini, dengan melibatkan semua unsur-unsur tadi maka tak heran jika kegiatan ini akan berhasil dengan sukses nantinya, dan kami memberikan luang untuk mereka sendiri yang melakukan pendataan ditingkat bawah, inilah kekuatan kita,” ungkap Marten.

Namun untuk sumber mata anggaran marten menambahkan dari APBN telah terhimpun sebesar 30 M, APBD 1 sebesar 8 M namun untuk APBD 2 hingga kini masih mogok dan tidak tahu kelanjutannya.

“Kita harapkan agar untuk APBD 2 dalam waktu dekat ini sudah jelas alokasinya, jadi jangan hanya bisa berkoar-koar di media begini dan begitu saja namun kontribusinya juga harus ada untuk mensukseskan program ini kan, jangan kita sudah bekerja keras untuk menghimpun dana untuk program ini lalu seenaknya saja mengotak-atik dan mengadu domba satu dan lainnya tentang dana ini,” katanya.

Dirinya mengharapkan agar untuk kedepannya pemerintah juga akan memberikan perhatian yang serius terhadap keberadaan para tutor yang senantiasa bekerja demi mensukseskan program ini, namun berkaitan dengan kesejahteraan itu pula tentunya perlu diperhitungkan dengan kemampuan keuangan negara ini.

Marten juga menghimbau kepada seluruh penyelenggara di kabupaten/kota dalam menyalurkan anggaran kepada tutor tidak boleh terputus karena ini menyangkut dengan hak tutor dan hak warga belajar, sebab ketika hal ini terjadi maka aib inilah yang akan merusak program PLS di NTT.

Untuk tahun 2007 sendiri PLS mendapatkan alokasi anggaran tambahan untuk menambah honor tutuor buta aksara sebesar Rp. 690 juta dan paket B sebesar Rp.500 juta kemudian untuk pakte C sekitar Rp. 20 juta yang telah masuk kerekening dan tinggal direalisasikan dalam waktu dekat.