Lain-lain, Nasional — NTT Online 30/11/2007

INDUSTRI PERIKANAN INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL MASIH KECIL

Jakarta, NTT Online – Indonesia merupakan negara penghasil bahan baku perikanan terbesar tetapi ekspor industri pengolahan perikanan di pasar internasional masih kecil, sekitar 3 persen.

“Untuk itu perlu adanya perubahan dalam kebijakan yang tadinya ekspor dalam bentuk bahan baku diubah menjadi ekspor dalam bentuk olahan,” kata Direktur Hasil Pengolahan Perikanan Ditjen Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan, Ahmad Purnomo pada sambutan pembukaan dialog terbuka tentang arah pengembangan kebijakan industri perikanan di Jakarta, Kamis (29/11).

Menurutnya, sebagai pemilik bahan baku terbesar, Indonesia harus menjadi penentu pasar, dengan mengubah dari ekspor bahan baku menjadi ekspor bahan jadi (olahan) dan pemerintah berpihak kepada industri pengolahan dalam negeri.

Purnomo menambahkan, industri pengolahan ikan di Indonesia jumlahnya sudah mencapai ratusan tetapi masih belum banyak jenis produknya, seperti produk ikan olahan dalam kaleng dengan berbagai macam bumbu seperti ikan bumbu rending , ikan bumbu pecel dan jenis bumbu lainnya.

Sementara Menteri Kelautan dan Perikana (DKP) Freddy Numberi mengatakan, dalam upaya mengembangkan industri perikanan nasional DKP mengeluarkan Peraturan Menteri No.17 tahun 2006 yang mewajibkan perusahaan asing yang akan melakukan usaha penangkapan ikan di perairan Indonesia diwajibkan mendirikan industri pengolahan di dalam negri.

Dalam mendukung program tersebut DKP telah menghentikan kerjasama usaha penangkapan ikan dengan perusahaan asing di perairan Indonesia sejak tahun 2005 lalu, seperti dengan Filiphina dihentikan pada tahun 2005, dengan China tahun 2006 dan dengan Thailan berakhir pada tahun 2007 ini.

Menurutnya, tujuan dari kewajiban untuk membangun industri pengolahan ialah melalui pengembangan industri pengolahan akan meningkatkan nilai tambah produk perikanan Indonesia selain itu juga membuka lapangan kerja.

Ketua umum Masyarakat Perikanan Nusantara Shidiq Muslim mengatakan, Indonesia yang pernah menjadi negara pengekspor ikan terbesar didunia dan memiliki bahan baku yang banyak belum bisa memanfaatkan sumber daya laut tersebut secara maksimal.

Sekarang ini, kata Shidiq, Indonesia hendaknya mengambil contoh dari Vietnam yang dengan cepat melompat menjadi negara pengekspor terbesar produk perikanan di dunia.

“Untuk itu, ke depan jangan lagi ekspor kita dalam bentuk bahan baku lagi tetapi harus sudah menjadi produksi olahan seperti produk pengalengan ikan,” katanya. KN