BERITA TERBARU

40 TKI asal NTT dideportasi

Lain-lain — NTT Online 29/9/2007

Kupang, NTT Online - Empat puluh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masuk ke Malaysia menggunakan visa turis dideportasi Pemerintah Malaysia. Sebagian besar TKI itu dipulangkan ke NTT setelah menjalani hukuman penjara dan hukuman cambuk oleh aparat kepolisian Malaysia.

Yohanes Jemadi, TKI asal Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, yang ditemui wartawan di Sekretariat DPD Asosiasi Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJTKI) NTT, Kamis (27/9/2007), menjelaskan, para TKI asal NTT itu dideportasi Pemerintah Malaysia karena dianggap memasuki negara itu secara ilegal. Para TKI ilegal ini tiba di Kupang, Rabu (26/9/2007) malam menumpang KM Sirimau.

Baca selebihnya…

Guru tidak punya kompetensi

Pendidikan — NTT Online 29/9/2007

Kupang, NTT Online -Rencana Walikota Kupang, Daniel Adoe memanfatkan sejumlah guru menduduki jabatan struktural di Kota Kupang bertentangan dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI tahun 2004. Pada poin 3 edaran itu ditegaskan, bila dikaji dari segi kompetensi, guru dinilai tidak mempunyai kompetensi untuk menduduki jabatan struktural. Jika mereka dialihkan ke jabatan struktural, maka akan berpengaruh pada kinerja organisasi.

Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI No : SE/15/M.PAN/4/2004 tentang Larangan Pengalihan PNS dari Jabatan Guru ke Jabatan Non Guru, tertanggal 26 April 2004 itu ditandatangani oleh Menpan Feisal Tamin yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan Nasional, Mendagri, Menteri Keuangan dan Badan Kepegawaian Negara.

Baca selebihnya…

6 Guru masuk ‘kabinet’ Dan-Dan, DPRD ingatkan Adoe tinjau kembali

Lain-lain — NTT Online 29/9/2007

Kupang, NTT Online - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang mengingatkan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, untuk meninjau kembali rencana memfungsikan para tenaga fungsional menduduki jabatan stuktural. Pasalnya, kebijakan yang diambil itu menyalahi Kepmen yang berlaku.

Peringatan ini disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kota Kupang, Apolos Djara Boenga, S.H, dan Ketua Komisi C DPRD Kota Kupang, Drs.Yos Tukan, M.Si, di Gedung DPRD Kota Kupang, Kamis (27/9/2007). Dua anggota DPRD ini dihubungi terkait rencana walikota memanfaatkan sejumlah tenaga fungsional, yakni para guru, untuk menduduki jabatan struktural di Pemkot Kupang. Jabatan struktural yang disebut-sebut akan ditempati para guru, yakni Asisten II, Dinas Pendidikan Kota, Dinas Pariwisata, Diklat dan Depnaker Kota Kupang dan Satpol PP.

Baca selebihnya…

Pendeta berpolitik dibahas

Lain-lain — NTT Online 29/9/2007

Kalabahi, NTT Online - Boleh tidaknya para pendeta terlibat dalam politik praktis akan dibahas dalam rapat pleno komisi hari Jumat. Diperkirakan, pembahasan tentang tema ini akan berlangsung alot. Sumber-sumber di arena sidang raya, Kamis (27/9/2007), menduga rapat mengenai tema keterlibatan para pendeta dalam politik praktis akan seru dan alot. Pasalnya, ada yang pro, sementara yang lain tidak mendukung.

Sejumlah sumber menjelaskan, jika merujuk pada Tata Dasar GMIT 1999, Bab VII pasal 20 ayat 3 dan 5, Surat Keputusan Majelis Sinode No. 603/SK/MS-GMIT/I/2001 tanggal 27 Agustus 2001,dan TAP SIN 06/TAP/SIN-GMIT/XXX/2003 pasal 5 tentang peraturan pokok GMIT mengenai karyawan gereja, maka pendeta dan pengajar tidak diperkenankan terlibat dalam politik praktis. Yang dimaksudkan di sini adalah pendeta dan pengajar yang terlibat sebagai pengurus dan anggota parpol dan atau segala sesuatu yang berkaitan dengan parpol.

Baca selebihnya…

Pemkab TTU tidak serius urus gizi buruk

Lain-lain — NTT Online 29/9/2007

Kefamenanu,NTT Online - Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Pater Marianus Kobatoyo, SVD, menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD TTU tidak serius mengurus kasus gizi buruk yang menimpa 1.178 anak dan balita di daerah itu.

Rabu (26/9/), Pater Kobatoyo mengatakan, Pemkab TTU malah lebih suka berhura-hura dalam pesta dengan mendatangkan artis mahal dari Jakarta, Inul Daratista. “Saya sangat prihatin karena ketika anak-anak dan balita sedang berjuang mempertahankan nyawanya akibat busung lapar, justru Pemkab TTU dan Dewan mengucurkan dana puluhan juta rupiah mendatangkan artis Inul Daratista untuk goyang ngebor di Lapangan Oemanu. Saya anggap pemimpin di TTU tidak punya sense of crisis terhadap masalah besar yang kini menimpa rakyat TTU. Mereka lebih suka hura-hura dan pesta pora,” kata Pater Kobatoyo.

Baca selebihnya…

    Halaman Berikutnya »