Warga Kota Kupang Kesulitan Mendapatkan Minyak Tanah
Kupang, NTT Online - Dalam dua pekan terakhir, warga Kota Kupang di ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai kesulitan mendapatkan minyak tanah di warung penjualan bahan bakar tersebut. Seperti disaksikan Antara pada sejumlah tempat di Kota Kupang, Jumat, banyak orang memegang jerigen berukuran lima liter dan 10 liter berjalan keliling mencari minyak tanah di tempat-tempat penjualan bahan bakar tersebut.
“Saya sudah dua minggu terakhir ini tidak lagi menjual minyak tanah karena harus antri untuk mendapatkan di pangkalan penjualan minyak tanah,” kata Samsudin, salah seorang penjual minyak tanah di Kelurahan Liliba.
Ia mengatakan, harga minyak tanah yang diambil di pangkalan atau agen-agen penjualan minyak tanah lainnya dengan harga Rp2.500/liter, sedang untuk menjual ke konsumen harus dengan harga Rp2.750/liter.
“Harga jual di tingkat pengecer ini sudah sangat mahal sehingga saya memilih untuk tidak menjualnya, karena konsumen juga merasa berat untuk membelinya, kecuali dalam keadaan terpaksa,” ujarnya.
Menurut dia, untuk mendapatkan bahan bakar tersebut di pangkalan, masing-masing agen di tingkat bawah hanya dijatah dua drum dari sebelumnya lima drum (satu drum setara dengan 200 liter), dengan alasan jatahnya sangat terbatas.
Sementara itu, Wira Penjualan Pertamina Cabang Kupang, ACH Chambali mengatakan bahwa saat ini tidak terjadi kelangkaan minyak tanah di Kota Kupang seperti yang dirasakan konsumen saat ini.
Menurut dia, kekosongan pada pangkalan minyak tanah karena agen terlambat menyalurkan bahan bakar tersebut sehingga dirasakan semacam ada kelangkaan.
“Ada pangkalan memang tidak ada stok sama sekali, tetapi ada pangkalan lain punya stok minyak tanah yang tersedia,” katanya menambahkan. antara