Investor Israel Butuh Dermaga Raksasa untuk Pengiriman Jatropa dari NTT
Kupang, NTT Online - Investor yang tergabung dalam Merhavv Group Israel dan mitra kerjanya PT Manhattan Capital membutuhkan dermaga pelabuhan “raksasa” dengan kapasitas areal sedikitnya lima hektare, untuk kelancaran transportasi laut tanaman jarak pagar (Jatropa L. curcas) di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Presiden Direktur Merhavv Group Israel, Gideon Weinstein, mengemukakan hal itu saat rapat koordinasi dengan Bupati Kupang, Drs Ibrahim Agustinus Medah beserta jajarannya, di Kupang, Jumat.
“Kami butuh dermaga yang luas untuk kelancaran investasi. Kami cukup serius untuk mengembangkan energi bio diesel di daerah ini dan sudah dilakukan pembicaraan dengan dua menteri terkait yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri Pertanian,” ujarnya.
Ia mengatakan, Israel merupakan negara yang tidak terlalu luas jika dibandingkan dengan wilayah NTT secara keseluruhan.
Potensi sektor pertanian di Israel pun tidak seperti di NTT, bahkan potensi penanamam jatropa lebih baik di wilayah NTT sehingga Merhavv Group Israel telah berkomitmen untuk mengembangkan jatropa dalam skala besar di daerah NTT sehingga membutuhkan dermaga `raksasa` untuk kelancaran transportasi material.
“Sesungguhnya kami (Merhavv Group Israel dan PT Manhattan Capital) sudah memulai investasi besar di wilayah NTT yakni di Kabupaten Sumba Timur, pada lahan seluas 100 ribu hektare. Sekarang sedang dalam proses realisasi,” ujarnya.
Kini, Merhavv Group Israel telah menyiapkan 700 juta dolar AS atau sekitar enam triliun rupiah untuk pengembangan tanaman jarak pagar di wilayah Kabupaten Kupang.
Tanaman jatropa yang hendak dikembangkan di Kabupaten Kupang untuk tahap awal mencakup 50 ribu hektare dengan dukungan dana 350 juta dolar AS atau sekitar tiga triliun rupiah.
Direncanakan, pengembangan jatropa di Kabupaten Kupang mencakup 100 ribu hektare sehingga dana yang disiapkan sebanyak 700 juta dolar AS atau sekitar enam triliun rupiah.
Menanggapi kebutuhan dermaga yang sangat representatif itu, Bupati Kupang, Drs Ibrahim Agustinus Medah, mengatakan, persoalan tersebut sudah dibicarakan dengan investor Israel dan investor nasional selaku mitra kerjanya.
“Mereka butuh dermaga dengan luas lima hektare, tentu dermaga Tenau Kupang tidak sesuai karena sarat aktifitas. Saya tawarkan di Sulamu dan masih harus dibicarakan untuk mencapai kesesuaian,” ujarnya.
Medah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kupang akan melakukan lobi-lobi dengan departemen terkait guna mendapatkan kepastian tentang pembangunan dermaga tersebut.
“Apakah dermaga itu akan dibangun oleh pemerintah atau diberikan kesempatan kepada investor asing untuk membangunnya dengan berbagai konsekuensi. Kalau dibangun pemerintah, mana yang menjadi beban pusat mana yang ditanggung daerah,” ujarnya. antara