Semua Penumpang “Terlanjur Sayang” Ditemukan Selamat
Kupang, NTT Online - Semua penumpang dan awak Perahu Motor `Terlanjur Sayang` yang hilang sejak Selasa (26/6), dalam pelayaran dari Katundu menuju Pulau Salura, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan dalam keadaan selamat.
Wakil Bupati Sumba Timur, Gidion Biliyora yang menghubungi ANTARA melalui telepon gengam dari Sumba Timur, Jumat malam mengatakan, perahu beserta penumpang dan awak ditemukan di pantai Kambaru, Desa Praibakul, Kecamatan Nggaha Ori Angu, wilayah perbatasan dengan Kabupaten Sumba Barat.
“Saya baru saja menerima laporan dari tim SAR yang menyebutkan bahwa, perahu motor beserta seluruh penumpang dan awak sudah ditemukan di wilayah perbatasan Sumba Timur dan Barat dan semua dalam keadaan selamat,” katanya.
Perahu dan para penumpang itu ditemukan oleh Tim SAR yang melakukan pencarian sejak Rabu (28/6), dengan melakukan penyisiran di sepanjang pantai.
Menurut dia, perahu motor `Terlanjur Sayang` yang menghilang sejak empat hari lalu di wilayah perairan Pulau Sumba itu akibat terbawa arus disertai angin kencang.
“Arus kencang sekali dan nahkoda tidak bisa kendalikan perahu, tetapi berupaya untuk mengarahkan perahu ke pantai terdekat, dan mereka berhasil selamat,” katanya.
Dia mengatakan, semua penumpang dan awak telah dibawa ke Puskemas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis dan sebagian diantaranya sudah kembali ke rumah masing-masing.
Ada beberapa penumpang, terutama anak-anak yang masih dalam perawatan karena kondisi tubuh lemah akibat harus bertahan hidup selama beberapa hari dengan makanan seadanya.
Wabub Sumba Timur juga menghimbau para pemilik perahu antarpulau di wilayah itu untuk lebih waspada dan tidak melakukan perjalanan dalam cuaca yang tidak mendukung.
“Utamakan keselamatan penumpang, jangan hanya mengejar keuntungan dan mengorbankan penumpang,” kata Wabub Bupati Sumba Timur, Gidion Biliyora.
Peristiwa yang dialami Perahu Motor `Terlanjur Sayang` ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi para pemilik perahu dan nahkoda untuk lebih waspada, katanya. antara