Lain-lain — NTT Online 29/6/2007

Pemprov NTT Kirim Tim Medis ke Belu dan Nagekeo

Kupang, NTT Online - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, mengirim tim medis ke lokasi bencana banjir, tanah longsor dan gelombang pasang di Kabupaten Belu dan Nagekeo untuk pelayanan kesehatan bagi warga yang terkena dampak bencana alam tersebut. Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTT, Drs Eduard Gana, mengatakan, pengiriman tim medis itu atas permintaah Pemerintah Kabupaten Belu dan Nagekeo karena mengkhawatirkan terjadi gangguan kesehatan pasca bencana alam tersebut.

“Tim medis itu akan bertugas menangani warga yang terkenda dampak bencana alam dari aspek medis. Biasanya setelah bencana banjir dan tanah longsor serta gelombang pasang, warga setempat terserang berbagai penyakit yang berkaitan dengan pencernaan, pernapasan dan kulit,” katanya.

Bencana banjir, tanah longsor dan gelombang pasang itu dipicu oleh guyuran hujan dengan instensitas tinggi disertai terpaan angin kencang di delapan kecamatan di dua kabupaten itu.

Laporan yang diterima Gubernur NTT, Piet Alexander Tallo, SH dari Pemerintah Kabupaten Belu menyebutkan, bencana banjir akibat hujan deras dalam sepekan terakhir ini melanda empat kecamatan pada 23 desa yakni 13 desa di Kecamatan Malaka Barat, empat desa di Kecamatan Malaka Tengah, lima desa di Kecamatan Weliman dan satu desa di Kecamatan Kobalima.

Kondisi terparah di Kecamatan Kobalima atau kecamatan yang relatif dekat dengan daerah aliran sungai (DAS) Benanain. Sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK) diungsikan ke tempat yang relatif aman dari banjir susulan, setelah tiga unit rumah di kawasan itu hanyut dibawa bajir.

Sementara bencana tanah longsor dan gelombang pasang di Kabupaten Nagekeo melanda empat kecamatan masing-masing Kecamatan Mauponggo, Golewa, Keo Tengah dan Boawae.

Lahan pertanian dan perkebunan milik masyarakat di Kecamatan Mauponggo terendam lumpur, sembilan rumah rusak berat dan tiga unit perahu nelayan hilang terbawa gelombang pasang. Tiga unit jembatan juga ambruk dibawa banjir yakni jembatan Loweledho, Aetora dan Aesemi.

Gelombang pasang, banjir dan tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Golewa yang mengakibatkan tiga jembatan dan satu deker (jembatan kecil) rusak berat, 26 unit rumah penduduk terendam lumpur, tiga unit rumah rusak berat, tujuh unit sampan porak-poranda beserta 32 unit pukat.

Bencana alam itu juga mengakibatkan tiga ekor kerbau dan dua ekor babi milik warga hilang terbawa arus dan sekitar 59 hektare lahan pertanian terendam lumpur. Ruas jalan negara di 11 titik juga tertimbun tanah longsor.

Bencana serupa juga melanda enam desa di Kecamatan Keo Tengah dan sejumlah desa di Kecamatan Boawae yang mengakibatkan jembatan roboh, jalan putus dan areal pertanian digenangi air.

Sementara upaya nyata yang sudah dilakukan Pemkab Belu yakni pemberian bantuan tanggap darurat berupa beras satu ton, pakaian bekas yang dikemas dalam karung dan dos serta mobil tangki untuk pelayanan air bersih di lokasi bencana.

Upaya serupa juga telah dilakukan Pemkab Nagekeo, selain bantuan pangan darurat juga upaya perbaikan rumah penduduk yang rusak dan penggusuran material longsoran yang menutupi badan jalan. antara