Politik — NTT Online 29/6/2007

Gejolak Pasca Pemilu Timor Leste Sulit Dihindari

Kupang, NTT Online - Pemerhati masalah Timor Timur, Filomeno de Haornay berpendapat, partai manapun yang memenangkan Pemilu Parlemen Timor Leste tetap menimbulkan gejolak sosial, apalagi Partai Fretilin kalah. “Saya yakin bahwa partai politik manapun yang keluar sebagai pemenang dalam Pemilu Timor Leste, tetap menimbulkan kekacauan, apalagi Partai Fretilin kalah,” kata Pemerhati masalah Timor Timur, Filomena de Haornay, di Kupang, Jumat.

Dalam Pemilu parlemen Timor Leste yang akan digelar Sabtu (30/6), sebanyak 14 partai politik akan bersaing memperebutkan 55 kursi di Parlemen.

Ke-14 partai politik itu adalah CNRT yang telah mencalonkan Mantan Presiden Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao untuk menjadi Perdana Menteri Timor Leste.

Partai lainnya adalah Koalisi ASDT-PSD, Koalisi KOTA-PPT (Aliansi Demokrasi), Undertim, PR, PDRT, PDC, UDT, PD, PMD, PST, Fretilin, PNT dan PUN.

Sekjen Uni Timor Aswain (Untas)–organisasi yang memayungi warga eks Timtim di Indonesia ini memprediksikan, Parlemen hasil pemilu Parlemen kali ini tidak akan dikuasai mayoritas tunggal.

Partai Fretilin, CNRT dan koalisi partai politik akan memperoleh dukungan hampir merata di seluruh negara termuda itu, sehingga tidak ada partai yang keluar sebagai pemenang dengan memperoleh suara mayoritas di Parlemen, katanya.

“Parlemen periode ini tidak dikuasasi mayoritas tunggal karena dukungan hampir sama terhadap peserta Pemilu, tetapi CNRT bakal keluar sebagai pemenang dan Xanana dipastikan menjadi Perdana Menteri Timor Leste yang baru,” katanya.

Keyakinan ini didasari pertimbangan bahwa, Xanana adalah mantan presiden dan pejuang kemerdekaan Timor Leste yang masih cukup disegani oleh rakyat Timor Leste.

Keamanan perbatasan

Secara terpisah, Danren 161/Wirasakti, Kol. Inf. Arief Rachman mengatakan, prajurit yang berada di wilayah perbatasan tetap meningkatkan kewaspadaan menjelang maupun pasca Pemilu Timor Leste.

“Situasi keamanan di wilayah perbatasan kedua negara saat ini kondusif, tetapi kita tetap siaga,” kata Arief Rachman.

Dia berharap, Pemilu di negara itu bisa berlangsung dalam suasana damai agar situasi keamanan yang sudah kondusif ini bisa dipertahankan. antara