ODHA di NTT Terus Bertambah
Kupang, NTT Online - Orang dengan penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) atau yang sering dikenal dengan ODHA di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah hingga mencapai 231 kasus sampai awal Juni 2007. “Akhir Mei lalu kami menemukan tiga orang ODHA yang baru diketahui mengidap AIDS ketika menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Prof.W.Z. Johannes Kupang,” kata Program Officer Komisi Penanggulangan Aids Provinsi (KPAP) NTT, Gusti Brewon, di Kupang, Selasa.
Tiga orang ODHA itu, kata Brewon, sengaja datang ke klinik konseling atau “Valunteer Counseling Test” (VCT) di RSUD Prof. W.Z. Johannes Kupang, guna memeriksakan kesehatannya karena merasa kekebalan tubuhnya makin berkurang.
Seorang diantaranya berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) meninggal dunia setelah pemeriksaan VCT, sementara dua orang ODHA lainnya masih hidup, namun harus terus mengonsumsi obat anti retroviral guna menghambat perkembangan virus mematikan itu.
Obat anti-retroviral itu, dinilai cukup mujarap untuk menghambat perkembangan AIDS karena terdiri atas tiga jenis zat yakni lamivudine, zodovidine dan stavodine.
“Kami terus memantau perkembangan dua ODHA baru itu dan kemungkinan ODHA lainnya karena banyak ODHA yang ditemukan dalam keadaaan telah mengidap AIDS dan epidemi AIDS di daerah NTT makin mencemaskan,” ujarnya.
Apalagi, tambah Brewon, stok obat anti retroviral di RSUD Prof. W.Z. Johannes Kupang menipis sehingga sembilan orang pengidap HIV yang selama ini bergantung pada obat itu dilanda keresahan.
“Pihak rumah sakit sudah menyurati Departemen Kesehatan agar memperoleh stok obat anti retroviral sesuai kebutuhan pasien. Mudah-mudahan masalah obat tidak menjadi persoalan yang berkepanjangan,” ujarnya.
Ia berharap ODHA atau warga lainnya yang merasa telah tertular HIV/AIDS tidak malu untuk datang ke klinik VCT di RSUD Prof. W.Z. Johannes Kupang dan RST Wirasakti Kupang serta RS TC Hillers Maumere dan jejaringnya (enam puskesmas di Kota Kupang).
Direktur RSUD Prof. W.Z. Johannes Kupang, Yovita Mitak Porsiana, mengatakan, klinik VCT selalu terbuka untuk pasien yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan khusus termasuk pengidap HIV/AIDS.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti stok obat anti retroviral di rumah sakit pemerintah daerah itu, namun berjanji akan segera mengecek dan menindaklanjutinya demi kebutuhan penderita HIV/AIDS.
“Saya akan upayakan stok obat selalu tersedia. Prosedur tetap di klinik VCT sudah ada, bagaimana seharusnya pasien HIV/AIDS ditangani, petugas sudah tahu,” ujar Mitak.
Data versi KPAP NTT, sejak tahun 1997 hingga awal Juni 2007 kasus HIV/AIDS di NTT telah mencapai 231 kasus dengan rincian HIV sebanyak 125 kasus (54,6 persen) dan AIDS 106 kasus (45,4 persen), sebanyak 73 orang penderita (31,28 persen) sudah meninggal dunia. antara