Lain-lain, Ekonomi — NTT Online 29/12/2006

Pengusaha Warnet Minta Keringanan

Bandung, NTT Online-Pengusaha warung internet (warnet) yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Warnet Indonesia (APWARI) meminta keringanan pembayaran biaya Internet Service Provider (ISP). “Kalau dibebaskan tidak mungkin, tapi paling tidak diberi diskon sampai 50 persen,” kata Ketua APWARI Judith M.S.

Judith mengatakan, sejak guncangan gempa berkekuatan 7,2 skala Richter menimpa Taiwan dan menimbulkan kerusakan jaringan kabel serat optik di bawah laut, jaringan komunikasi di Asia dan sejumlah negara lainnya kacau.

Pengusaha warnet di Indonesia umumnya mengalami gangguan lambat hingga tidak bisa akses sama sekali. “Selain dari Bandung, ada pula pengusaha warnet dari Yogyakarta, Bali, dan Purwakarta,” katanya.

Kerugian yang ditanggung pengusaha warnet, “Omsetnya bervariasi mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 6 juta per hari,” ujarnya.

Judith mengatakan, potensi kerugian yang diderita para pengusaha warnet di Indonesia bisa mencapai miliaran rupiah. “Karena anggota kami sampai saat ini sudah mencapai 7.000,” katanya.

Masalahnya, meski terjdai gangguan jaringan pengusaha warnet tetap harus mengeluarkan biaya lain di luar Internet Service Provider (ISP) seperti membayar gaji karyawan. Jadi, kata Yudit, cukup beralasan jika pihaknya meminta keringanan biaya ISP.

Terkait biaya pembayaran ISP, Judith mengatakan biaya yang harus dibayar setiap warnet bervariasi. Kalau warnetnya kecil, biayanya berkisar Rp 3-4 juta per bulan. Sedangkan untuk warnet besar, bias mencapai Rp 20-30 juta per bulan. ti/ad