Ekonomi — NTT Online 30/9/2006

KM Bahari Express hanya mengejar Keuntungan

Laporan JHON HENUK

Kupang, NTT Online - Air mata masyarakat kabupaten Rote Ndao, belum mengering, ketika, ratusan anak manusia pergi meninggalkan sanak saudara tanpa pesan diteluk Neraka Pukuafu beberapa bulan lalu. Musibah masih menjadi nyanyian sendu yang sulit terlupakan dalam renungan siapapun. Namun, taktala ibarat luka yang masih juga menyayat, pada tanggal 23 September 2006, lalu, Kapal Ferri cepat yang melakukan penyeberangan dari pelabuhan laut Ba’a Ronda menuju Tenau Kupang, menambah kapasitas muatan dengan pengadaan kursi-kursi laseref/cadangan.

Hal ini, dinilai oleh para penumpang, bahwa, kapal yang dimaksud tidak memikirkan keselamatan manusia tetapi lebih mengejar nilai ekonomis. Demikian, dikatakan, salah satu penumpang dalam penyeberangan waktu itu, Agus Adu, kepada, NTT Online.

Menurut Adu, melihat petugas kapal Ferri cepat Bahari Express, yang memiliki kreativitas untuk menambah kursi-kursi cadangan diatas kapal, dirinya teringat peristiwa tenggelamnya kapal JM Ferri beberap bulan lalu.

Dimana, sebagai pemicu peristiwa yang memilukan seluruh warga propinsi NTT itu, persoalannya sama persis.

Dalam sebuah kegiatan bisnis, yang terlintas dibenak adalah keuntungan namun perlu dingat bahwa, keselamatan manusia lebih diatas segala-galanya daripada segumpal uang itu sendiri. Sehingga, terkait fenomena ini, pemerintah daerah Kabupaten Rote Ndao, dalam hal ini dinas terkait seperti Syahbandar dan Dinas Perhubungan agar tidak mencuekan diri tetapi perlu proaktif. Sebab, bila persoalan ini berdampak kepada musibah maka yang terjadi saling lempar tanggung jawab.

“Jangan mengejar keuntungan ekonomis tanpa memikirkan konsekuensi negfatifnya, “ ujar Adu.

Dari pantauan NTT Online, jumlah kursi cadangan yang disisipkan petugas kapal ferri cepat berjumlah 30 kursi. Dan, lebih dipertanyakan adalah berapa banyak sepeda motor yang harus diangkut dalam sekali melakukan penyeberangan. Bila melihat dari sepeda motor yang berada diatas sepeda motor waktu itu berjumlah 9 buah.

Berkaitan ini, Kapten Kapal Ferri cepat bahari Express, yang hendak dimintai komentarnya oleh NTT Online, tidak dijinkan oleh salah satu petugas dikapal ini, Katanya, pak Kapten tidak ingin diganggu.