Tamatan PT masih berorientasi PNS
Atambua, NTT Online - Hampir sebagian besar tamatan perguruan tinggi (PT) saat ini masih berorientasi menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Hanya sekian persen yang bekerja di sektor swasta dan membuka pekerjaan sendiri. Hal ini disebabkan ketika lulusan itu masih dibangku sekolah tidak dibekali program keterampilan atau keahlian lainnya.
Hal ini diungkapkan Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, ketika berdialog bersama dengan para orangtua/wali di Aula SMAK Surya Atambua, Sabtu (27/8). Joachim menyatakan, pemerintah pada prinsipnya mendukung program kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang mulai diberlakukan saat ini.
Pasalnya, dalam program ini siswa mulai diajarkan bukan saja ilmu pengetahuan semata, tetapi juga program keterampilan. Hal ini dimaksudkan agar kelak ketika anak itu tamat, dia bisa membuka usaha sendiri atau mengaplikasikan ilmunya di sektor swasta.
Meski demikian, kata Joachim, orientasi pekerjaan menjadi PNS masih sangat kuat, sehingga diharapkan agar program KBK harus terus dilakukan penguatannya di tingkat dasar.
“Bukan rahasia lagi kalau hampir sebagian besar tamatan perguruan tinggi sekarang ini orientasinya hanya mau menjadi PNS. Sangat sedikit kita temui di lapangan orang yang lulus PT mau bekerja di sektor swasta atau mau buka usaha sendiri. Saya tidak tahu, apakah karena gaji di PNS lebih besar atau bagaimana, saya juga tidak mengerti. Makanya dengan hadirnya program KBK dapat menekan para lulusan PT untuk menjadi PNS,” katanya.
Joachim juga mengingatkan kepada para orangtua/wali agar selalu mendidik anaknya dengan baik. Pasalnya, kemajuan arus informasi sekarang ini dapat mempengaruhi pola hidup anak itu sendiri.
“Kesehatan dan pendidikan merupakan dua bidang yang harus kita perhatikan. Sekarang ini kalau kita lihat di sepanjang jalan dalam kota, ada begitu banyak anak-anak usia muda duduk-duduk minum alkohol. Dan biasanya, mereka pilih merek kolonel. Kalau dari kecil sudah mulai minum seperti ini bagaimana kelanjutan masa depannya. Makanya saya imbau kepada semua orangtua/wali supaya perhatikan kesehatan anak-anaknya,” harap Joachim. Pos Kupang