Lain-lain — NTT Online 31/8/2005

Kasus diare di TTS terus bertambah

Kupang, NTT Online - Wabah diare yang melanda Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dalam satu bulan terakhir ini terus bertambah dengan jumlah kasus sudah mencapai 851 dari 702 kasus sebelumnya dan 16 di antaranya meninggal dunia.

“Kasus diare tersebut sudah menyebar ke 22 desa dari 20 desa sebelumnya pada tujuh kecamatan yakni Kecamatan Kuanfatu, Kolbano, Kota SoE, Amanuban Barat, Amanuban Selatan, Kualin dan Molo Selatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr Markus NG Righuta, Senin (29/8), melalui faksimail kepada Antara di Kupang.

Dari total kasus diare di wilayah yang sedang dilanda busung lapar itu, kata dia, 28 balita di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit umum maupun puskesmas-puskemas terdekat. Sementara 807 balita yang terserang diare sudah dikembalikan ke rumah masing-masing karena kondisi mereka sudah pulih.

“Ini jumlah kasus yang bisa kami data sampai dengan tanggal 28 Agustus. Kita berharap, masyarakat bisa menjaga kebersihan sehingga kasus serupa tidak terulang pada anak-anak yang sama,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan provinsi NTT, dr. Stefanus Bria Serang secara terpisah mengatakan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT telah mengirim bantuan medis dan obat-obatan ke Kabupaten TTS untuk membantu para korban.

Selain bantuan tim medis dari Kupang, Departemen Kesehatan juga telah mengirim empat dokter, termasuk satu analis laboratorium ke TTS. Tim medis itu belum termasuk tim medis yang beranggotakan tiga orang dokter dari balai Besar Teknologi Kesehatan Lingkungan Jawa Timur.

“Tim medis yang ditugaskan ke Kabupaten TTS ini untuk melakukan kajian terhadap kasus KLB diare, untuk memastikan jenis virus yang menyerang penduduk di wilayah itu, katanya. Hasil kajian ini nantinya dapat diketahui penyebab utama dari KLB Diare ini, untuk diambil langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terulang kembali di waktu yang akan datang. Pos Kupang