Distamben NTT prioritaskan pengembangan energi baru
Kupang, NTT Online - Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Nusa Tenggara Timur (NTT) masih memrioritaskan peningkatan dan pengembangan energi baru berbasis masyarakat sebagaimana program kerja tahun anggaran sebelumnya.
“Peningkatan dan pengembangan energi baru masih terus digalakkan seperti pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya mineral, eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral dan air bawah tanah untuk kegiatan produktif masyarakat,” kata Kadis Pertambangan dan Energi NTT, Ir. Benny Ndoenboey, di Kupang, Senin (22/8).
Selain itu, kata dia, dilakukan pula penyusunan sistem pengelolaan dan pemanfaatan pertambangan rakyat, pembinaan dan pengawasan serta sosialisasi peraturan pemanfaatan potensi sumber daya mineral, pengukuran pemetaan dan penyusunan data base dan informasi pertambangan. “Kegiatan lainnya berupa penyediaan pembangkit listrik tenaga surya, tenaga air, tenaga angin bagi masyarakat pedesaan dan survai investigasi dan desain pengembangan listrik pedesaan,” katanya.
Ndoeboey mencontohkan, program pengembangan dan pemanfaatan potensi tambang yang dijabarkan dalam bentuk pengadaan dan pemasangan serta pemeliharaan water meter di 16 kabupaten/kota yang dananya bersumber dari APBD sebesar Rp 356,5 juta.
Kegiatan lainnya berupa pengeboran air tanah di Kabupaten Sikka, Rote Ndao, Sumba Barat, Flores Timur dan Kabupaten Kupang yang juga didukung dana dalam jumlah serupa (Rp 356,5 juta) dari APBN. Sementara program pengembangan jangkauan energi berupa pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kabupaten Alor, Manggarai Barat dan Ngada serta pembangunan perusahaan listrik tenaga matahari (PLTMH) di Kabupaten Manggarai dengan pagu anggaran sebesar Rp 750 juta.
Khusus dana APBD NTT, digunakan untuk program pembangunan jaringan air bersih yang dijabarkan dalam bentuk pengeboran eksploitasi air bawah tanah yang ditunjang dana sebesar Rp 588,6 juta.
Program peningkatan kualitas jasa pelayanan dan sarana ketenagalistrikan berupa pengadaan dan pemasangan PLTS di Kabupaten Ende didukung dana sebesar Rp 775 juta dan pengadaan dan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA) di Pulau Semau dengan dukungan dana Rp 162 juta.
“Sebagian program sementara dilaksanakan (pembangunan fisik), sebagian belum (masih ditenderkan) dan sebagiannya lagi dalam proses administrasi karena DASK (daftar anggaran satuan kerja) relatif terlambat. DASK APBD baru diterbitkan akhir Maret dan APBN awal Mei 2005,” ujarnya. Antara