Pertamina Targetkan Dua Minggu Lagi Stok BBM Capai 22 Hari
Jakarta, NTT Online - PT Pertamina (persero) menargetkan dalam waktu dekat ini sekitar 15-30 hari lagi bisa mengembalikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang saat ini masih berkisar 18 hari menjadi 22 hari kebutuhan. “Kita akan upayakan 22 hari kebutuhan yang merupakan batas aman itu bisa dicapai sekitar 15 hari atau dua minggu ini. Untuk itu, bagian keuangan mempersiapkan untuk impor BBM,” kata Kepala Divisi BBM PT Pertamina (persero) A Faisal di sela-sela Diskusi BBM di Jakarta, Kamis (30/6).
Dijelaskannya, untuk mengembalikan stok BBM nasional menjadi 22 hari itu diperlukan dana sekitar 1,3 miliar dolar AS, dengan melakukan pembelian dari pasar internasional dan diharapkan bisa cepat diperoleh. Namun demikian, dalam kondisi seperti sekarang ini, pihaknya menghimbau agar kepada masyarakat melakukan penghematan dalam penggunaan BBM bahkan kalau bisa di hari libur seperti Sabtu dan Minggu mengurangi pemakaian BBM terutama untuk kendaraan bermotor.
Menurut dia, bila dilakukan penghematan pada hari Sabtu dan Minggu sekitar 10 persen saja , akan terjadi penghematan pemakaian BBM khususnya premium cukup besar. “Penghematan premium 10 persen itu setara dengan 32 ribu kilo liter per bulan dan bila satu tahun itu sekitar 400 ribu kilo liter. Itu jumlah yang cukup besar,” katanya.
Akan tetapi, lanjut Faisal, itu baru merupakan wacana yang ditawarkan kepada publik. Di sisi lain, Pertamina juga menghimbau kepada konsumen, pada waktu libur (Sabtu dan Minggu), para pengguna kendaraan bermotor agar mengalihkan penggunaan dari premium ke Pertamax.
Terkait dengan penghematan BBM tersebut, pengamat Perminyakan, Kurtubi mengusulkan harus diperkuat dengan Juklak (petunjuk pelaksanaan) ataupun Juknisnya (petunjuk teknis) sehingga hal tersebut tidak hanya sekedar wacana saja. “Usulan penghematan itu, harus diperkuat dengan Juklak dan Juknis dan tentunya berkoordinasi dengan lintas departemen sehingga pelaksanaannya searah,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data yang disampaikan Pertamina, penghematan 10 persen pemakaian premium atau 4500 kilo liter per hari bisa menghemat 1,7 juta dolar AS dan pengurangan solar sebesar 7000 kilo liter per hari akan menghemat 2,8 juta dolar AS, sehingga totalnya bisa mencapai 4,5 juta dolar AS per hari.
Angka ini akan sama dengan hasil produksi minyak mentah sebesar 90 ribu barel per hari dengan tingkat harga minyak mentah 50 dolar AS per barel. Antara/Hans